dr. Muhammad Fakhri Raiyan Pratama, Sp.BS, M.Ked.Klin – Tumor otak adalah penyakit dimana terjadi pertumbuhan sel yang tidak wajar di dalam rongga kepala. Jadi untuk istilah tumor otak tidak hanya terbatas tumor dari sel otak saja tetapi juga dari sel-sel pendukung di sekitarnya, termasuk selaput otak ataupun tulang tengkorak dan lain lain.

Sama seperti tumor yang lain, mereka juga terbagi menjadi tumor jinak dan ganas. Berbeda dengan tumor di tempat lain, tidak peduli sifatnya jinak ataupun ganas, tumor otak hampir selalu kita anggap penyakit yang gawat, artinya dapat mengancam jiwa ataupun menimbulkan kecacatan permanen.

Kenapa tumor otak dianggap gawat walaupun sifatnya jinak, tidak ganas?

Karena otak adalah organ yang dilindungi oleh selaput otak dan tulang yang pada orang dewasa tidak dapat berubah ukurannya. Sehingga bisa dibayangkan bagaimana tersiksanya otak jika secara perlahan timbul “daging tumbuh” di dalam rongga kepala, tentu saja menyebabkan otak yang merupakan organ halus dan sangat sensitif ini terdesak hingga tergencet, mengakibatkan otak tidak dapat berfungsi secara normal.

Apa saja gejala tumor otak?

Gejala dan tanda tumor otak dapat kita bagi menjadi dua.

  1. Gejala akibat pendesakan secara umum.

Gejala ini adalah yang timbul akibat bertambahnya tekanan di dalam otak. Jaringan otak tidak akan berkurang sehingga jika ada sel tumor yang kemudian tumbuh semakin besar akan meningkatkan tekanan di dalam rongga tengkorak. Gejala ini meliputi nyeri kepala, muntah, kejang, pandangan kabur dan penurunan kesadaran.

Nyeri kepala di sini adalah yang paling sering terjadi dan sering dianggap sepele karena awalnya ringan dan sembuh dengan minum pereda nyeri. Namun harus diingat nyeri kepala akibat tumor otak sifatnya kronik progresif, yang artinya semakin lama semakin berat, seiring bertambahnya ukuran tumor.

  1. Gejala lokal sesuai letak tumor.

Otak adalah struktur terkompleks di dalam tubuh yang masing-masing bagiannya berfungsi untuk mengatur fungsi tertentu namun tetap saling berhubungan. Sehingga ada gejala yang timbul sesuai dengan letak tumor itu berada. Sebagai contoh, tumor hipofise yang letaknya tepat di belakang saraf mata akan menyebabkan pandangan ganda hingga kebutaan, tumor di otak kecil akan menyebabkan gangguan keseimbangan dan pusing berputar.

Bagaimana penanganan medis untuk tumor otak?

Alat diagnostik utama tumor otak adalah CT Scan dan MRI kepala. Setelah terdiagnosis tumor otak terapinya adalah Pembedahan yang dilanjutkan radioterapi atau kemoterapi jika sifatnya ganas. Hampir semua tumor otak memerlukan pembedahan sebagai terapi utama. Perlu diketahui bahwa belum ada obat yang dapat menghilangkan tumor otak. Hanya sebagian kecil saja yang bisa diterapi dengan obat-obatan. Walaupun begitu tumor otak adalah penyakit kompleks sehingga perlu kerjasama dari berbagai disiplin ilmu kedokteran, sehingga melibatkan beberapa dokter spesialis di dalam tim dokternya.

Di dunia saat ini secara umum tumor otak berukuran diameter lebih dari 3 cm sudah dianggap tumor yang besar atau “giant tumor”. Di Indonesia belum ada data penelitian yang lengkap tentang epidemiologi tumor otak tetapi dari pengalaman kami, pasien yang datang sudah dengan ukuran tumor yang sangat besar, bahkan ada yang sampai 8 cm. tentu saja hal ini sangat berpengaruh terhadap hasil pengobatan atau pembedahannya.

Oleh karena itu, jika ada yang mengalami gejala-gejala tumor otak sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. Sistem asuransi di Indonesia sudah memungkinkan untuk melakukan pemeriksaan CT Scan dan MRI, namun memang belum semua rumah sakit memiliki fasilitas tersebut.

Kesimpulannya adalah tumor otak merupakan penyakit gawat yang perlu penanganan multidisiplin ilmu kedokteran dan hasilnya akan lebih baik jika ditangani sedini mungkin.