drg. Sradha Putra, Sp.Pros – Gigi dan mulut merupakan salah satu organ penting yang terlibat di dalam proses pencernaan sebagai awal tempat masuknya makanan, memiliki gigi yang sehat dan lengkap merupakan idaman setiap orang pada usia lanjut. Oleh karena itu, menjaga kesehatan gigi dan mulut sama pentingnya seperti menjaga kesehatan tubuh. Gigi yang terbebas dari karies dan terhindar dari penyakit jaringan gusi pada usia lanjut merupakan cerminan perawatan gigi yang baik di usia mudanya.  Sebaliknya, apabila gigi mengalami karies dan penyakit jaringan gusi yang sudah kronis dibiarkan begitu saja akan menyebabkan gigi tersebut dilakukan pencabutan. Ruang kosong karena pencabutan gigi akan menyebabkan perubahan posisi gigi disampingnya menjadi miring ke daerah yang ompong, gigi yang berlawanan dengan kehilangan gigi akan turun mengisi daerah yang ompong tersebut. Hal ini disebabkan karena pergerakan gigi pada saat pengunyahan. Pembuatan gigi tiruan lebih awal akan mencegah terjadinya hal tersebut.

Pasien lanjut usia yang mengunjungi dokter gigi umumnya sudah mengalami kehilangan gigi-gigi belakang. Oleh karena itu, akan terjadi gangguan fungsi pengunyahan dan penampilan yang akan membuat bagian pipi menjadi lebih kempot. Bagian gigi yang ompong akan membuat penghalusan makanan menjadi tidak maksimal akibatnya jumlah pengunyahan semakin bertambah, kerja otot-otot pengunyahan menjadi bertambah berat, pada akhirnya akan terjadi nyeri sendi pengunyahan. Selain dari gangguan penampilan, kehilangan gigi depan pada usia lanjut juga akan menggangu pengecapan suara ‘s’, ‘v’, ‘f’, sering kali pasien usia lanjut mengalami krisis percaya diri.

Kehilangan gigi geligi atau kerusakan gigi yang mengakibatkan gigi harus dilakukan pencabutan dapat digantikan dengan gigi tiruan. Pembuatan gigi tiruan pada usia lanjut umumnya dibagi dua macam, yaitu gigi tiruan lepasan dan gigi tiruan permanen. Indikasi pembuatan gigi tiruan tergantung kondisi sisa gigi penyangga dan sisa lingir gusi. Desain gigi tiruan lepasan umumnya dibuatkan lebih simpel agar pasien usia lanjut mudah untuk melepas dan memasangnya. Pasien lanjut usia yang sudah kehilangan hampir seluruh dan atau seluruh gigi atas dan bawahnya harus dilakukan pengukuran tinggi gigitan pasien menggunakan malam wax. Hal ini bertujuan untuk penyusunan gigi pasien agar tidak terlalu tinggi atau rendah, sehingga pasien dapat mengunyah makanan dengan nyaman, berbicara dengan jelas dan estetik susunan gigi dapat didapatkan sesuai dengan keadaan rongga mulutnya.

Pembuatan gigi tiruan lepasan umumnya dapat dilakukan 3-7 kali kunjungan sampai kontrol, tergantung dari jumlah kehilangan gigi yang mengakibatkan tidak terdapat gigitan okulsi tetap pada pasien usia lanjut. Pada umumnya, pasien usia lanjut yang pertama kali menggunakan gigi tiruan harus dijelaskan tetang penyesuaian pertama gigi tiruan dan membutuhkan waktu untuk beradaptasi, yaitu terjadi reaksi air liur berlebih pada awal pemasangan gigi tiruan, pengecapan yang kurang jelas pada huruf tertentu. Apabila terjadi lecet pada bagian tertentu di bawah gigi tiruan sebaiknya segera lakukan kontrol untuk dilakukan pengurangan pada bagian bahan gigi tiruan tersebut.  Pada usia lanjut sering kali terjadi keadaan dimana mulut terasa kering atau xerostomia, hal ini akan menimbulkan gusi di bawah gigi tiruan menjadi mudah iritasi atau lecet.  Apabila terjadi hal tersebut sebaiknya konsumsi air minum yang lebih banyak, gigi tiruan dilepas terlebih dahulu untuk beberapa hari hingga luka menyembuh dan menggunakan pelembab apabila ingin menggunakan gigi tiruan tersebut.

Pemeliharaan dan perawatan gigi tiruan sangat penting bagi pasien lanjut usia. Masalah yang sering terjadi  adalah gigi tiruan patah pada saat pembersihan, hal ini dapat dicegah dengan melakukan pembersihan gigi tiruan di atas wastafel atau baskom sehingga gigi tiruan tidak mudah jatuh dari ketinggian. Gigi tiruan lepasan wajib direndam di wadah air setelah dilakukan pembersihan menggunakan bahan non-abrasif sebelum tidur malam. Pembersihan gigi tiruan juga harus dilakukan secara rutin, sehingga gigi tiruan tidak mudah kusam dan dapat mencegah  penumpukan sisa-sisa makanan yang terselip di bawah gigi tiruan. Pasien lanjut usia juga dianjurkan untuk melakukan kontrol setiap 6 bulan sekali ke dokter gigi untuk memeriksakan gigi tiruan, lingir sisa dan kesehatan gigi penyangga gigi tiruan agar gigi tiruan dapat bertahan lebih lama.