PKRS RSST – Pernah mendengar mitos ketika seorang ibu nifas setelah makan telur lalu jahitannya gatal-gatal? Ibu nifas tidak boleh makan ikan, telur, dan daging supaya jahitan cepat sembuh? Benarkah demikian?

Pernyataan tersebut tidaklah benar. Pada ibu nifas, justru pemenuhan kebutuhan protein semakin meningkat untuk membantu penyembuhan luka baik pada dinding rahim maupun pada luka jalan lahir yang mengalami jahitan. Protein ini dibutuhkan sebagai zat pembangun yang membentuk jaringan otot tubuh dan mempercepat pulihnya kembali luka.

Infeksi masa nifas masih menjadi penyebab utama kematian ibu setelah perdarahan dan hipertensi dalam kehamilan. Angka kejadian infeksi masa nifas pada tahun 2013 yaitu 7,3% mengalami peningkatan dari tahun 2012 yaitu 5,6%. Faktor penyebab terjadinya infeksi nifas di antaranya : daya tahan tubuh yang kurang, perawatan nifas yang kurang baik, kurang gizi / mal nutrisi, anemia, hygiene yang kurang baik, serta kelelahan. Faktor penyebab utama terjadinya infeksi pada masa nifas ialah adanya perlukaan pada perineum.

Penyembuhan luka perineum bisa disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya nutrisi, umur ibu, kebersihan (personal hygiene), budaya, dan juga keturunan. Penyembuhan luka dengan penilaian kualitas jahitan perineum dalam masa nifas sangat diharapkan untuk menghindarkan ibu nifas dari bahaya infeksi atau keluhan fisiologis yaitu dengan cara penambahan asupan atau konsumsi tinggi protein dalam menu makan kesehariannya. Salah satu nutrisi yang paling berperan penting dalam proses penyembuhan luka ialah protein.

Protein akan sangat memengaruhi terhadap proses penyembuhan luka perineum karena penggantian jaringan yang rusak akan sangat membutuhkan protein untuk proses regenerasi sel baru.

Protein bertanggung jawab sebagai zat untuk blok pembangun otot, jaringan tubuh, tetapi tidak dapat disimpan oleh tubuh, maka untuk tahap penyembuhan luka dibutuhkan asupan protein setiap hari.

Nutrisi yang dibutuhkan untuk penyembuhan luka yaitu mengkonsumsi makanan yang kaya akan protein. Protein didapatkan pada makanan, daging dan ikan. Semua jenis ikan adalah sumber protein yang sangat baik. Ikan gabus diketahui sebagai ikan dengan kandungan gizi dan protein yang lebih banyak dari ikan jenis lain seperti ikan bandeng.

Jadi mitos bahwa makan telur, daging, dan ikan dapat menghambat (memperlama) proses penyembuhan luka tidak benar yaa… (Hn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. BKKBN. 2011. Profil Hasil Pendataan Keluarga Tahun 2011. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Direktorat Pelaporan dan Statistik, Jakarta.
  2. Kementerian Kesehatan RI. 2016. Profil Kesehatan Indonesia 2015. Jakarta.
  3. Yeni Komala. 2017. Pengaruh Konsumsi Tinggi Protein Nabati Terhadap Kualitas Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Nifas di Puskesmas Mlati II Kabupaten Sleman. Fakultas Ilmu Kesehatan di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
  4. Waryana. 2010. Gizi Reproduksi. Pustaka Rihama : Yogyakarta.
  5. Panca Ratna Hestianingrum, Herry Suswanti Djarot, dan Indri Astuti Purwanti. Hubungan Tingkat Kecukupan Protein Dengan Lama Penyembuhan Luka Perineum Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Tawangharjo Kabupaten Grobogan. Universitas Muhammadiyah Semarang.