Masih Pelajar Kok Merokok…

PKRS RSST – Duh masih sekolah kok merokok, duit dari mana? Nggak sayang apa sama parunya?

Mau tau masalah yang muncul bagi pelajar yang merokok?

  • Mengganggu prestasi belajar di sekolah. Remaja yang merokok akan mengalami penurunan dalam nilai pelajaran sekolah.
  • Perkembangan paru-paru terganggu. Sesak napas, serta batuk yang terus-menerus, dahak berlebihan dan lebih mudah terkena pilek berkali-kali.
  • Lebih sulit sembuh saat sakit, karena rokok mempengaruhi sistem imun di dalam tubuh.
  • Kecanduan, saat remaja memutuskan berhenti merokok maka gejala penarikan seperti depresi.
  • Insomnia, mudah marah, dan masalah mentalnya bisa berdampak negatif pada kinerja sekolah dan perilakunya.
  • Terlihat lebih tua dari usianya. Orang yang mulai merokok di usia muda akan mengalami proses penuaan lebih cepat, ia akan memiliki garis-garis di wajah serta kulit lebih kering sehingga penampilannya akan lebih tua dibanding usianya.
  • Remaja yang merokok juga sering memiliki jerawat atau masalah kulit lainnya, serta menimbulkan plak pada gigi.

Sudah tau masalahnya, kenapa merokok?

Remaja yang merokok merupakan pemandangan yang tidak asing. Kebiasaan  merokok dianggap memberikan kenikmatan bagi perokok, namun di lain pihak dapat menimbulkan dampak buruk bagi perokok sendiri maupun orang lain di sekitarnya. Berbagai kandungan zat terdapat di dalam rokok memberikan dampak negatif pada tubuh orang yang menghisapnya.

Banyak alasan remaja merokok, seperti : untuk mendapatkan pengakuan, untuk menghilangkan kekecewaan, dan menganggap perbuatannya tidak melanggar norma.

Akan tetapi tidak bisa dibenarkan bahwa rokok membawa dampak yang baik bagi remaja, apalagi remaja yang masih duduk di bangku sekolah. Lingkungan dan pertemanan mempunyai peranan yang cukup penting dalam pembentukan perilaku merokok pada remaja.

Sekolah pun mempunyai peranan penting dan perlu dilibatkan dalam upaya mencegah dan mengintervensi perilaku merokok pada anak dan remaja secara lebih intensif. Orangtua yang menginginkan anaknya tidak merokok perlu waspada terhadap kelompok sebaya anak-anak, anggota keluarga tidak disarankan merokok atau tidak memberikan pengukuhan positif ketika remaja merokok dan pemerintah membuat regulasi yang membatasi distribusi rokok dan usia konsumen yang boleh membeli serta iklan-iklan rokok yang beredar di masyarakat untuk meminimalkan kemungkinan anak-anak dan remaja untuk menjadi konsumen rokok. (Hn)

 

 

 

 

 

Referensi                      :

  1. Rizky Septi Nugroho. 2017. Perilaku Merokok Remaja. Universitas Airlangga. Surabaya.
  2. Muhammad Rachmat, Ridwan Mochtar Thaha, dan Muhammad Syafar. 2013. Perilaku Merokok Remaja Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 7, No. 11.
  3. http://p2ptm.kemkes.go.id/i.