dr. Bidari Kameswari, Sp.PA – Pemeriksaan patologi anatomi adalah penunjang penting dalam diagnosa tumor. Macam pemeriksaannya  antara lain :

  1. Histopatologi jaringan dari bahan operasi atau biopsi.
  2. Sitologi cairan, bisa dari cairan pleura, asites  ataupun cairan kista lain.
  3. Sediaan pap smear.
  4. FNAB (Fine Needle Aspirasy Biopsy).

Fine Needle Aspirasi Biopsi (FNAB) atau aspirasi jarum halus adalah pemeriksaan langsung pada benjolan penderita tumor menggunakan jarum kecil, mulai ukuran 23 sampai dengan 27 tergantung pada ukuran, lokasi serta sifat tumor. Syarat dari pemeriksaan FNAB ini adalah tumor harus teraba dan dapat dijangkau jarum. Apabila tumor terlalu dalam atau tidak terlihat dari luar, sebagai contoh tumor paru, maka dapat dilakukan FNAB dengan tuntunan CT scan atau USG. Khusus untuk tumor kulit atau berupa ulkus, maka akan dilakukan scrapping atau kerokan.

Gb. 1  Jarum yang digunakan pada pemeriksaan FNAB, jarum halus dengan panjang yang berbeda tergantung pada lokasi dan sifat tumor.

Kelebihan dari pemeriksaan FNAB adalah cepat (selesai dalam 1 hari), tidak perlu puasa sehingga bisa dilakukan kapan saja, tidak terlalu sakit, dan bisa memberikan diagnosa yang akurat untuk penanganan lanjutan. Penderita dengan benjolan di leher, baik struma ataupun limfadenopati tercatat paling banyak dikirim ke laboratorium Patologi Anatomi (PA) untuk dilakukan FNAB, disusul benjolan payudara. Usia pasien beragam, mulai dari bayi sampai dewasa. Jenis kelamin didominasi oleh wanita.

Hasil pemeriksaan FNAB dapat membantu klinisi dalam menegakkan diagnosa untuk kelanjutan terapi. Karena itulah bisa disebut sebagai triple diagnosis, berdasar diagnosa klinik dari klinisi, pemeriksaan modalitas lain seperti radiologi, dan akhirnya ditegakkan dengan diagnosa PA (FNAB), walaupun golden standard tetap adalah dengan pemeriksaan histopatologi jaringan. Langkah-langkah pemeriksaan FNAB adalah setelah melalui meja pendaftaran, pasien masuk ruang pemeriksaan. Dokter spesialis patologi anatomi akan memeriksa, menentukan target yang akan ditusuk / puncture, melakukan puncture dan aspirasi sampel benjolan. Kemudian dibuat hapusan di obyek glass dari sampel tersebut, dilakukan pengecatan, dan diperiksa oleh dokter PA di bawah mikroskop.

Gb. 2  Aspirasi jarum halus adalah tindakan pengambilan sel dari massa tumor dengan jarum halus dengan tujuan penegakan diagnosis.

Sel-sel yang terambil dari massa tumor kemudian dicat dengan cat giemsa atau cat yang lain sesuai kebutuhan,dan diperiksa di bawah mikroskop untuk menentukan ganas atau tidaknya tumor dan jenis tumor apabila memungkinkan. Hasil dari pemeriksaan FNAB cukup akurat dalam penegakkan diagnosa, namun pada tumor yang kistik, maupun terlalu besar terkadang sulit untuk didapatkan sel yang representatif , sehingga tetap perlu dilakukan pemeriksaan histopatologi jaringan dari bahan operasi.

Gb. 3  Hasil pengecatan sampel FNAB dan contoh sel yang akan terlihat di mikroskop

Efek samping dari FNAB hampir tidak ada, kemungkinan nyeri pasca pemeriksaan terkadang ditemukan. Akan tetapi FNAB tidak membuat tumor makin menyebar seperti yang dikuatirkan penderita, dikarenakan jarumnya yang sangat kecil.

Karena itulah sangat penting pemeriksaan FNAB untuk penegakan awal diagnosa tumor, dapat ditentukan apakah tumor tersebut bersifat jinak, ganas, atau hanya radang saja. Bila diagnosa tumor sudah tegak, maka setelah FNAB biasanya akan diikuti pemeriksaan histopatologi jaringan dari bahan operasi, untuk memastikan diagnosa akhir dan pada kasus tumor ganas bisa menentukan staging / stadium.

AJH merupakan alat diagnostik yang relatif sensitif, spesifik, akurat, murah, tidak begitu invasif, dengan komplikasi minimal. Komplikasi yang mungkin timbul antara lain perdarahan dan nyeri ringan. Infeksi pasca tindakan sangat jarang terjadi.

Harus selalu diingat, tumor bukanlah penyakit yang dapat timbul mendadak, melalui proses yang cukup panjang, sehingga penting untuk deteksi  dini.

Jadi janganlah takut bila menemukan benjolan, segera periksa ke dokter ataupun rumah sakit agar dapat segera dilakukan pemeriksaan menyeluruh dan dilakukan penanganan yang tepat, dan tidak dianjurkan untuk mengikuti pengobatan alternatif. Semakin awal diketahui jenis tumor, penanganan yang diberikan akan lebih baik hasilnya.

Oleh karena itu, saat ini AJH sudah dipakai secara luas di klinik sebagai alat bantu diagnosis dalam bidang onkologi.

Referensi :

  1. Hanggoro. November 2014. Aspirasi Jarum Halus (AJH) / Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB). Departemen Patologi Anatomi FKKMK UGM. Kanalpengetahuan.fk.ugm.ac.id.
  2. Ida Hartati. November 2016. Peran Pemeriksaan FNAB Dalam Penegakan Diagnose Tumor. rsd.sidoarjokab.go.id.
  3. Orell., Sterrett’s. 2012. Fine Needle Aspiration Cytology. Fifth Edition.