Tim Promkes RSST – Apakah Anda Merasakan Kelelahan Saat atau Usai Melakukan Pertemuan Daring (Online Meeting)?

Munculnya pandemi COVID-19 sejak awal tahun 2020 hingga saat ini masih berlangsung dan ini banyak mengubah pola kegiatan manusia, termasuk di antaranya saat bekerja dan bersekolah. Banyak pekerjaan yang seharusnya dilakukan di kantor atau pembelajaran yang seharusnya dilakukan di sekolah, namun karena pandemi, semuanya harus dilakukan dari rumah saja dengan menatap layar laptop seharian. Termasuk rapat online.

Didorong oleh kesadaran berkesehatan yang baik sekaligus  “dipaksa” oleh keadaan pandemi, mau tidak mau harus menerapkan protokol kesehatan membuat kita lebih banyak berinteraksi melalui virtual ke dalam jaringan (daring) internet atau biasa disebut online meeting. Jadwal bertatap muka yang biasanya sering dilakukan sekarang cukup secara virtual melalui panggilan video seperti Zoom. Jika didengar, rasanya hal ini justru jauh lebih mudah dilakukan, karena hanya tinggal duduk manis dan fokus pada layar monitor. Faktanya banyak orang yang justru merasa sangat kelelahan usai melakukan virtual meeting.

Banyaknya waktu yang dihabiskan untuk virtual meeting inilah yang membuat banyak orang merasa sangat kelelahan. Kondisi seperti ini dikenal sebagai zoom fatigue atau kelelahan Zoom.

Zoom fatigue ini terjadi karena beberapa hal di antaranya otak yang membutuhkan konsentrasi lebih tinggi, kelelahan menatap layar monitor, bahkan gangguan dari lingkungan sekitar yang juga kerap menjadi beban pikiran tersendiri.

Gejala Zoom Fatigue

Berikut tanda-tanda kelelahan yang biasa disebabkan oleh zoom fatigue :

  1. Pelupa dan sulit berkonsentrasi.
  2. Sulit berkomunikasi dan mudah gugup.
  3. Frustrasi dan lekas marah dengan rekan kerja.
  4. Lelah fisik seperti ketegangan otot, nyeri, dan insomnia.

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Berikut tips yang bisa di lakukan untuk mencegah dan mengatasi zoom fatigue akibat terlalu sering melakukan video conference :

  1. Mengubah pencahayaan di tempat kerja / lokasi kerja.
  2. Mempraktikkan tehnik 20-20-20 : meluangakan waktu 20 menit untuk melihat benda sejauh 20 kaki selama 20 detik saat virtual meeting berjalan sehingga bisa membuat teralih sebentar dari layar Zoom.
  3. Membuat gerakan tubuh (melakukan peregangan badan).
  4. Memberi jeda untuk istirahat pada setiap rapat.
  5. Manfaatkan fitur suara.
  6. Mainkan sebuah permainan yang mudah yang akan membantu menghangatkan komunikasi antar semua anggota.
  7. Sesuaikan tampilan Zoom.
  8. Jangan mencoba multitasking.
  9. Batasi jumlah meeting virtual / alihkan meeting melalui media lain  seperti email dengan catatan yang lengkap ataupun telepon karena itu masih efektif dilakukan.
  10. Berikan agenda waktu yang jelas, pastikan semua anggota harus memiliki komitmen yang kuat untuk mengadakan virtual meeting dengan mempertimbangkan waktu mulai dan berakhir.

Marilah kita menjalani masa pandemi ini dengan pola hidup sehat dan berolahraga, tidak hanya kesehatan fisik, tapi kesehatan mental perlu dijaga sehingga tubuh yang sehat mendukung kita dalam melakukan aktivitas sehari-hari, tanpa hambatan.

“Jaga diri dan keluarga dimasa pandemi dengan GERMAS”

Referensi :

  1. http://journal.thamrin.ac.id/
  2. https://itjen.kemdikbud.go.id/
  3. https://fk.unair.ac.id/
  4. http://ejurnal.stisipolcandradimuka.ac.id/