dr. Adhika Restanto Purnomo,Sp.U – Banyak orang yang belum tahu apa itu kencing berdarah, darah dalam urine atau Hematuria adalah sebuah kondisi ditemukannya sel darah merah pada urine. Urine dapat berubah warna menjadi kemerahan atau sedikit kecokelatan. Urine yang normal tidak mengandung darah sedikitpun. Adanya darah pada urine tidaklah harus selalu dilihat dengan mata telanjang, jika ada darah pada urine dalam jumlah yang kecil mungkin tidak bisa langsung terlihat oleh mata dan hanya hanya bisa dideteksi dengan mikroskop, dan dalam situasi ini disebut dengan nama mikroskopik Hematuria. Pemeriksaan pada Hematuria mikroskopik dilakukan dengan uji mikroskopik dan uji kimiawi pada urine segar.

Pengetahuan tentang asal perdarahan akan memudahkan dalam menentukan penyebab atau faktor pemicu terjadi Hematuria. Hematuria dapat disebabkan oleh kelainan-kelainan yang berada di dalam sistem Urogenital. Kelainan yang berasal dari sistem Urogenital antara lain 1) Infeksi / inflamasi seperti pielonefritis, glomerulonefritis, ureteritis, sistitis dan urethritis 2) Tumor jinak atau tumor ganas 3) kelainan bawaan sistem Urogenitalia seperti kista ginjal dan ren mobilis 4) Trauma yang mencederai sistem urogenitalia 5) Batu saluran kemih. Kelainan-kelainan yang berasal dari luar sistem urogenitalia antara lain : kelainan pembekuan darah, SLE, dan kelainan hematologic yang lain.

Hematuria bisa menjadi indikasi adanya gangguan yang serius pada tubuh dan biasanya terjadi tanpa gejala yang muncul sehingga sering diabaikan. Selain itu, mengkonsumsi air putih sehingga warna urinenya lebih jernih tidak bisa menyembuhkan Hematuria. Disebutkan, adapun penatalaksanaan pertama mengatasi Hematuria ini adalah dengan menentukan penyebab Hematuria. Dalam mencari penyebab primer Hematuria diperlukan pemeriksaan urine secara lengkap dan pemeriksaan penunjang lainnya seperti USG, BNO-IVP atau CT Scan agar setelah itu dapat ditentukan langkah pengobatan selanjutnya. Bila penyebabnya infeksi diberikan antibiotik, tapi bila penyebabnya batu maka batu harus dikeluarkan. Sedangkan jika karena kelainan anatomis maka harus dikerjakan koreksi kelainan tersebut dan jika tumor atau keganasan maka dilakukan tindakan bedah. Sedangkan bila penyebabnya berasal dari luar sistem urogenital misalnya adanya kelainan pembekuan darah maka harus dilakukan kolaborasi tindakan terapi dengan dokter lain yang berkaitan.

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Purnomo, Basuki B. 2003. Dasar-dasar Urologi. Edisi ke-2. Jakarta : CV. Sagung Seto.
  2. Yanti, Rina Rahma. 2011. Hematuria.