dr. Kanina Sista, Sp.F, M.Sc – Apa itu DNA dan apa fungsinya untuk tubuh?

Setiap sel dalam tubuh kita tersusun atas DNA. DNA merupakan singkatan dari deoxyribonucleicacid yang merupakan asam nukleat yang menyimpan dan mentransfer semua informasi genetika yang terdapat dalam sel. Di dalam kehidupan kita, DNA memiliki fungsi yang sangat penting yaitu menentukan karakteristik biologis setiap makhluk hidup contohnya warna kulit, mata dan rambut seseorang. Selain itu DNA berperan dalam duplikasi diri dan pewarisan sifat. Sehingga dengan pemeriksaan DNA seluruh informasi genetik dan sifat-sifat lahiriyah individu akan diketahui. DNA setiap individu pasti berbeda, kecuali untuk orang yang kembar identik. Seorang anak akan mewarisi setengah DNA dari ayah dan setengah lainnya dari sang ibu.

Apakah terdapat DNA di dalam air kencing?

Ya, DNA dapat ditemukan dalam air kencing / urine, namun hal ini terkait langsung dengan keberadaan sel epitel, bukan dengan urine itu sendiri. Faktanya DNA seringkali dapat dideteksi dengan lebih baik dalam urine wanita. Hal ini dimungkinkan terjadi karena wanita memiliki jumlah sel epitel yang lebih tinggi karena urine melewati dinding vagina.

Tes urine mungkin dapat mendeteksi fragmen DNA, tetapi hasilnya mungkin tidak sejelas pada tes dengan sampel yang lain seperti darah. Namun begitu, sampel urine dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit dan kondisi kesehatan tertentu, termasuk kanker, HIV, penyakit ginjal, penyakit hati, malaria, tuberkulosis dan lain-lain.

Apakah air kencing dapat digunakan dalam pemeriksaan ragu ayah?

Pemeriksaan ragu ayah atau tes paternitas dilakukan untuk menentukan apakah mereka adalah ayah biologis dari seorang anak atau bukan. Begitupun sebaliknya, jika seseorang anak ingin mengetahui siapa ayahnya sebenarnya maka dapat dilakukan tes paternitas. Hal ini dilakukan untuk mengetahui asal usul seorang anak, termasuk mencari riwayat medis dari keluarganya. Melakukan tes paternitas sejak dini sangat penting karena dapat digunakan dalam mendukung kasus hak asuh anak ataupun tunjangan anak.

Pada setiap sel yang berasal dari satu individu memiliki DNA yang sama, baik pada sel rambut, darah hingga sel sperma. Hal inilah yang mendasari adanya identifikasi DNA. Sampel apakah yang paling baik digunakan dalam pemeriksaan ragu ayah? Apakah air kecing merupakan sampel yang akurat?

Dalam kebanyakan kasus, air kencing atau urine bukan merupakan pilihan utama dalam pemeriksaan ragu ayah. Urine memang mengandung DNA tetapi hanya dalam jumlah kecil, yang biasanya tidak cukup untuk digunakan dapat tes paternitas / ragu ayah. Hal ini disebabkan karena sebagian besar DNA telah pecah saat urine dikeluarkan dari tubuh. Walaupun begitu pada kasus dimana tidak terdapat sampel lain atau hanya terdapat sampel urine atau bercak urine dengan sisa DNA yang cukup, maka tes paternitas menggunakan air kencing memungkinkan untuk dilakukan. Pada kasus tes paternitas, sampel yang paling baik digunakan adalah sampel darah atau air liur yang diusap dari pipi bagian dalam.

Referensi                    :

  1. Suryo. 2001. Genetika Strata I. Yogyakarta : UGM Press.
  2. Bardale, R. 2016. Principles of Forensic Medicine & Toxicology. India : Jaypee.
  3. Bosschieter J, et al. 2018. A Protocol for Urine Collection and Storage Prior to DNA Methylation Analysis. DOI: 10.1371/journal.pone.0200906.
  4. Casadio V, et al. 2017. Cell-Free DNA Integrity Analysis in Urine Samples. DOI:10.3791/55049.
  5. El Bali L, et al. 2014. Comparative Study of Seven Commercial Kits for Human DNA Extraction from Urine Samples Suitable for DNA Biomarker-Based Public Health Studies. DOI:10.7171/jbt.14-2504-002.
  6. Payne-James, J. Jones, R. Karch, S. Manlove, J. 2011. Simpson’s Forensic Medicine. London : Hodder & Stoughton.
  7. Smuts, A.L., Pogue, P.D. DNA from Urine as a Potential Source of Identification.