Rabu, 23 Maret 2022, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtongeoro menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan judul “Penanganan Fisioterapi Pasca Stroke Akut”. Narasumber Muhammad Rezza Muktiaji, A.Md.FT. Acara diselenggarakan di ruang tunggu poliklinik Instalasi Rehabilitasi Medik.

Menurut WHO Stroke adalah suatu keadaan dimana ditemukan tanda- tanda klinis yang berkembang cepat berupa defisit neurologik fokal dan global, yang dapat memberat dan berlangsung lama selama 24 jam atau lebih atau dapat menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler. Stroke terjadi apabila pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah. Akibatnya sebagian otak tidak mendapatkan pasokan darah yang membawa oksigen yang diperlukan sehingga mengalami kematian sel/ jaringan.

Stroke dapat pulih jika dilakukan dengan pengobatan yang tepat dan penanganan fisioterapi pasca stroke akut, penanganan fisioterapi pasca Stroke akut tersebut antara lain:

  1. latihan gerak anggota badan atas dan bawah

Gerakannya adalah

-bahu digerakkan penuh sampai ke atas, dilakukan pengulangan 8-10 kali

-siku ditekuk semaksimal mungkin kemudian diluruskan kembali, dilakukan pengulangan 8-10 kali

-pergelangan tangan digerakkan ke atas sampai penuh/ full dan ke bawah, dilakukan pengulangan 8-10 kali

-jari mengenggam dan jari diulur ke atas, dilakukan pengulangan 8-10 kali

-kaki ditekuk sampai full/ penuh, dilakukan pengulangan 8-10 kali

-kaki diangkat penuh/ full ke atas, dilakukan pengulangan 8-10 kali

-kaki digerakkan ke samping luar kembali digerakkan ke dalam/ posisi semula, dilakukan pengulangan 8-10 kali

2. latihan penguatan panggul

Gerakannya adalah

kedua kaki ditekuk membentuk sudut 90 derajat kemudian pasien mengangkat (pantat) lurus ke atas selama 3-5 detik, dilakukan pengulangan 5-10 kali

3. latihan berdiri dan berjalan

Gerakannya adalah

-Untuk latihan berdiri dimulai dari anggota keluarga berada pada posisi anggota tubuh pasien yang lemah/ sakit dan memegang tangan dan punggung pasien, kemudian pasien diminta berdiri mandiri dengan tumpuan sisi yang sehat.

-Untuk latihan berjalan siapkan alat bantu jalan pasien berupa walker/ tripot, posisi anggota keluarga berada pada posisi yang lemah/ sakit pada pasien. Pasien diminta memegang alat bantu jalan kemudian diikuti kaki yang sakit/ lemah lalu diikuti kaki yang sehat. Keluarga pasien mendampingi di posisi lemah/ sakit pada pasien agar mengurangi risiko jatuh.

Latihan terapi tersebut dapat dilakukan di rumah dengan bantuan anggota keluarga yang telah diberi penjelasan oleh fisioterapis yang menangani. Latihan gerakan tersebut dapat dilakukan sehari 2 sampai 3 kali sehari dengan pengawasan dan bantuan dari anggota keluarga.

Antusias peserta sangat baik, ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber.