Tim Humas RSST – Selama pandemi COVID-19, anak tidak bisa pergi ke sekolah dan harus melaksanakan kegiatan belajar di rumah. Selama proses belajar di rumah ini, peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak belajar supaya ia tetap semangat dan dapat menyerap pelajaran dengan baik.

Masyarakat Indonesia saat ini sudah mulai menjalani pola hidup new normal. Pada pola hidup ini, orang-orang sudah bisa menjalani aktivitasnya seperti biasa dengan aturan yang baru. Meski demikian, pola hidup new normal belum bisa diterapkan dalam proses belajar mengajar di sekolah, sehingga anak-anak masih harus belajar di rumah.

Tips Mendampingi Anak Belajar di Rumah

Mendampingi anak belajar di rumah selama pandemi COVID-19 menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang tua, terlebih bagi mereka yang juga harus Work of Home. Oleh karenanya supaya kita tidak kewalahan dan kegiatan belajar anak tetap efektif, yuk, simak panduan berikut ini :

  1. Membuat jadwal aktivitas harian bersama anak

Terus berada di rumah bisa membuat anak mengira bahwa ini adalah liburan tanpa henti. Akibatnya, bisa jadi anak tidak mau belajar. Jadi, tetap terapkan jadwal aktivitas harian untuk anak dan libatkan ia dalam membuat jadwal tersebut. Cara ini bisa membuatnya lebih mau menerima dan mengikuti jadwal yang telah disepakati bersama.

Kita bisa mendiskusikan dan meminta pendapat anak tentang pukul berapa ia mau bangun tidur, mandi, belajar, makan, dan istirahat. Sebagai contoh, setiap hari Senin sampai Jumat, anak bangun tidur pukul 6 pagi, kemudian langsung mandi dan sarapan. Setelah itu, kegiatan belajar bisa dimulai pukul 8-11 pagi. Jika kegiatan belajarnya sudah selesai, anak bisa beristirahat, makan siang, atau bermain.

  1. Perhatikan tempat dan lama waktu belajar anak

Tempat belajar merupakan salah satu faktor penting untuk mendukung konsentrasi belajar pada anak. Pilihlah ruangan yang nyaman, tenang, dan memiliki pencahayaan yang baik. Selain itu, hindari ruangan yang di dalamnya terdapat mainan atau televisi karena bisa mengganggu konsentrasinya.

Lamanya waktu belajar juga tidak boleh luput dari perhatian, Umumnya, anak-anak dapat berkonsentrasi penuh selama 20 menit saat belajar. Jadi, setelah anak selesai mengerjakan beberapa soal selama 20 menit, kita bisa membiarkannya beristirahat sejenak.

  1. Kenali gaya belajar anak

Setiap anak memiliki gaya belajar masing-masing. Penting bagi kita untuk mengenali gaya belajar anak untuk memudahkan kita dalam mendampinginya dan memudahkan anak juga dalam menerima pelajaran. Jika anak lebih mudah menerima informasi dengan cara melihat, berarti ia memiliki gaya belajar visual. Dengan gaya belajar ini, berikan anak buku yang lebih banyak gambar serta bentuk tulisan yang beragam dan berwarna. Kita juga bisa mengajarkan anak dengan menggunakan peta pemikiran atau mind mapping.

Bila anak lebih nyaman belajar dengan cara mendengarkan kita membacakan buku, artinya ia memiliki gaya belajar auditorik. Dalam mendampinginya saat belajar, gunakan intonasi yang lembut dan seperti bercerita.

Terakhir, anak memiliki gaya belajar kinestik jika ia lebih memahami pelajaran saat ia dibiarkan bergerak, misalnya memutar-mutarkan pensil atau menggerakkan kaki. Pada gaya belajar ini, kita bisa menyiapkan alat peraga atau mempraktikan langsung apa yang dipelajari, sehingga informasi tersebut lebih mudah diingat amak.

  1. Jalin komunikasi dengan pihak sekolah

Meski anak hanya belajar di rumah dan tidak pergi ke sekolah, kita tetap perlu rutin berkomunikasi dengan gurunya di sekolah. Kita bisa menanyakan materi apa saja yang perlu dipelajari oleh anak.

Beberapa sekolah sudah membuat sistem belajar online, misalnya dengan melakukan sesi tanya jawab melalui video call atau mengumpulkan tugas melalui sebuah aplikasi. Namun, pastikan kita selalu mendampingi anak saat mengakses internet. Sesekali berikanlah ia hadiah atas pencapaian tertentu, misalnya ketika ia berhasil menghapal suatu materi atau bisa mengerjakan beberapa soal. Dengan begitu, anak akan lebih termotivasi untuk belajar di rumah dan proses belajar bisa menjadi hal yang menyenangkan baginya.

Kegiatan belajar di rumah merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Akan tetapi, jangan sampai waktu belajar di rumah ini digunakan anak hanya untuk bermain dan bermalas-malasan. Terapkanlah tips mendampingi anak belajar yang telah dipaparkan di atas agar anak tidak bosan selama pandemi COVID-19 dan tetap bisa memperoleh pendidikan seperti saat di sekolah.

Jika anak mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan sistem belajar di rumah atau ia terlihat murung selama “terkurung” di rumah, cobalah mengajaknya bicara dari hati ke hati. Bila perlu, berkonsultasi dengan psikolog. (Dn)

 

 

 

 

 

Referensi :

www.alodokter.com