Humairo’ Azzahro, AMKeb – Mengapa harus periksa ANC? Pemeriksaan kehamilan / ANC adalah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan secara berkala dari awal kehamilan hingga proses persalinan untuk memonitor kesehatan ibu dan janin agar tercapai kehamilan yang optimal.

Tujuan Kunjungan

Tujuan asuhan antenatal adalah :

  1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi.
  2. Mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan bayi.
  3. Membangun kepercayaan antara keluarga dan tenaga kesehatan dalam menganjurkan mereka untuk berpartisipasi memilih dan membuat informed choise tentang asuhan yang mereka dapatkan.

Jadwal Kunjungan ANC

Kunjungan antenatal care adalah kunjungan ibu hamil ke bidan atau dokter sedini mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil, untuk mendapatkan kunjungan antenatal sebaiknya paling sedikit 4 x selama kehamilan, yaitu :

  1. Satu kali kunjungan pada trisemester pertama (sebelum 14 minggu).
  2. Satu kali kunjungan pada trimester kedua (antara 14-28 minggu).
  3. Dua kali kunjungan pada trimester ketiga (antara 28-36 minggu dan sesudah minggu ke 36).
  4. Pelayanan / asuhan antenatal.

Tempat Kunjungan ANC

  1. Bidan (BPS);
  2. Dokter umum (klinik umum);
  3. RS, Puskesmas, dan rumah bersalin (tema antara bidan dan dokter SPOG); dan
  4. Dokter spesialis obstetric dan gynekologi (SPOG).

Apa saja yang diperiksa saat ANC?

  1. Pengukuran Tinggi Badan (cukup 1 kali)

Tinggi badan < 145 = resiko panggul sempit, kemungkinan sulit melahirkan secara normal.

Penimbangan berat badan setiap kali periksa sejak bulan ke 4 pertambahan BB paling sedikit 1 kg/bulan.

  1. Pengukuran Tekanan Darah

Tekanan darah normal < 140/90, Jika > 140/90 ada faktor risiko hipertensi dalam kehamilan.

  1. Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA)

Bila < 23,5 cm menunjukkan ibu KEK (Kurang Energi Kronis), Berisiko melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)

  1. Pengukuran Tinggi Rahim

Berguna untuk melihat pertumbuhan janin apakah sesuai dengan usia kehamilan.

  1. Penentuan letak janin dan penghitungan DJJ (Denyut Jantung Janin).

Posisi mapan ketika kepala bayi ada di bawah dan sudah masuk panggul. DJJ normal rentang 120x/menit –             160x/menit.

  1. Imunisasi TT (Tetanus Toksoid)
  2. Pemberian Tablet Tambah Darah

Minimal 90 tablet selama hamil mulai usia kehamilan 20 minggu.

1 (satu) kali sehari saat malam hari untuk mengurangi mual.

Tidak boleh diminum dengan air teh.

  1. Tes Laboratorium : Tes golongan darah untuk persiapan donor jika diperlukan; Tes kadar HB untuk mengetahui anemia / tidak; Tes urine / kencing untuk mengetahui protein + (positif) atau (negatif); dan Pemeriksaan darah lainnya sesuai indikasi (HIV, Malaria, Sifilis, dan lain-lain).
  2. Konseling / Penjelasan : Perawatan kehamilan; Pencegahan kelainan bawaan; Persalinan; IMD (Inisiasi Menyusu Dini); Nifas; Perawatan bayi baru lahir; ASI eksklusif; KB; dan Imunisasi.
  3. Tata Laksana / Pengobatan

Jika ibu mempunyai masalah kesehatan pada saat hamil.

Tanda Bahaya Kehamilan

  1. Muntah terus dan tidak mau makan;
  2. Demam tinggi;
  3. Bengkak kaki tangan dan wajah atau sakit kepala disertai kejang;
  4. Gerakan janin berkurang;
  5. Perdarahan pada hamil muda dan tua; dan
  6. Air ketuban keluar sebelum waktunya.

Masalah Lain Pada Masa Kehamilan

  1. Demam menggigil berkeringat. Bila ibu di daerah endemis malaria menunjukkan adanya gejala malaria;
  2. Sakit saat kencing atau keputihan gatal dan berbau;
  3. Batuk lama lebih dari 2 minggu;
  4. Jantung berdebar debar atau nyeri dada;
  5. Diare berulang; dan
  6. Sulit tidur dan cemas berlebihan.

“Segera ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami tanda bahaya pada kehamilan dan masalah lain dalam kehamilan”.