Alifa Farikhah, AMK – Kifosis (kyphosis) adalah kelainan di lengkungan tulang belakang yang membuat punggung bagian atas terlihat membulat atau bengkok tidak normal. Setiap orang memiliki tulang belakang yang melengkung, pada kisaran 25 sampai 45 derajat. Akan tetapi pada penderita kifosis, kelengkungan tulang belakang bisa mencapai 50 derajat atau lebih. Kondisi tersebut membuat orang menjadi bungkuk.

Gejala :

  • Sakit pada leher dan punggung.
  • Pada kifosis berat akan terjadi sesak nafas karena paru-paru tidak dapat mengembang sempurna.
  • Postur tubuh yang membungkuk ke depan.
  • Nyeri tulang belakang
  • Kelelahan

Penyebab Kifosis :

Berdasarkan penyebabnya, kifosis dibedakan menjadi tiga, yaitu :

  • Postural Kyphosis

Postural kyphosis biasanya disebabkan oleh postur tubuh yang salah, misalnya karena bersandar di kursi dengan posisi yang terlalu membungkuk, atau akibat membawa tas sekolah yang terlalu berat.

  • Scheuermann’s Kyphosis

Scheurmann’s kyphosis terjadi ketika tulang belakang mengalami kelainan pada perkembangannya. Kifosis ini terjadi sebelum masa puber, dan lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibanding anak perempuan. Umumnya, lengkungan pada kifosis ini kaku dan memburuk seiring pertumbuhan, sehingga membuat penderitanya tidak bisa berdiri lurus.

  • Congenital Kyphosis

Kifosis jenis ini terjadi akibat kelainan perkembangan tulang belakang saat masih di dalam kandungan. Kelainan bisa terjadi pada satu atau lebih tulang belakang, dan dapat memburuk seiring pertumbuhan anak. Belum diketahui apa yang menyebabkan congenital kyphosis, namun kondisi ini diduga terkait dengan kelainan gen. Dugaan tersebut muncul karena pada beberapa kasus, kondisi ini dialami anak dari keluarga dengan riwayat congenital kyphosis.

Pencegahan

  • Duduk dengan posisi yang benar
  • Hilangkan kebiasaan bertopang dagu
  • Berolahraga teratur
  • Diet cukup vitamin D dan kalsium

Penatalaksanaan Kifosis

Penatalaksanaan bergantung pada tingkat keparahan kifosis.

Pada kifosis ringan mungkin hanya diperlukan terapi Rehabilitasi Medik dan Fisioterapi, sedangkan pada kiposis berat akan membutuhkan ortese khusus (Brace) yang membantu meluruskan kembali posisi tulang belakang atau penderita tidur dengan alas tidur yang kaku / keras.

Pada kifosis ekstrem seringkali dibutuhkan tindakan bedah. Kasus yang ringan dan non-progresif bisa diatasi dengan menurunkan berat badan (sehingga ketegangan pada punggung berkurang) dan menghindari aktivitas berat. Jika keadaan semakin memburuk, mungkin perlu dilakukan pembedahan untuk memperbaiki kelainan pada tulang belakang.

Pemeriksaan Penunjang

  • Neurological functions test. Meskipun perubahan neurologis yang menyertai kifosis jarang, dapat diperiksa untuk mereka dengan mencari kelemahan, perubahan sensasi kelumpuhan di bawah kifosis tersebut.
  • Spinal imaging tests. mengambil X-ray untuk mengkonfirmasi kifosis, menentukan tingkat kelengkungan dan mendeteksi setiap kelainan bentuk tulang, yang membantu mengidentifikasi jenis kifosis.
  • MRI tulang belakang mencurigai adanya tumor atau infeksi.
  • Tes fungsi paru, menggunakan tes menilai setiap kesulitan bernapas yang disebabkan oleh Kifosis tersebut.

Komplikasi

  • Gangguan Pernapasan

Pada kasus yang parah, kifosis dapat menekan paru-paru dan menyebabkan penderitanya menjadi sesak napas.

  • Gangguan Pencernaan

Kifosis parah dapat menekan saluran pencernaan dan memicu masalah, seperti sulit menelan.

  • Gerak Tubuh yang Terbatas

Kifosis dapat menyebabkan penderitanya sulit berjalan, bangkit dari kursi, atau menengadahkan kepala. Tulang punggung yang melengkung juga dapat menimbulkan nyeri bila penderita berbaring.

  • Penampilan Tubuh yang Tidak Menarik

Kifosis membuat penderitanya terlihat tidak menarik, karena bungkuk atau karena memakai penyangga punggung untuk memperbaiki kondisinya. Pada keadaan ekstrim bisa menimbulkan pengucilan dari lingkungan sosial.