Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Tim PKRS RSST – Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran, sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.

Manfaat PHBS antara lain setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit, anak tumbuh sehat dan cerdas, anggota keluarga giat bekerja. Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga, pendidikan, dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga.

PHBS dibagi menjadi 4 yaitu PHBS di rumah tangga, sekolah, tempat kerja, dan di fasilitas pelayanan kesehatan.

PHBS di Rumah Tangga.

PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau, dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. PHBS di rumah dilakukan untuk mencapai rumah tangga sehat.

Rumah tangga sehat adalah rumah tangga yang melakukan kegiatan di rumah yaitu :

  1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan.
  2. Memberi bayi ASI eksklusif.
  3. Menimbang bayi dan balita.
  4. Menggunakan air bersih.
  5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun.
  6. Menggunakan jamban sehat.
  7. Memberantas jentik di rumah.
  8. Makan buah dan sayur setiap hari.
  9. Melakukan aktivitas fisik (sesuai kemampuan) setiap hari.
  10. Tidak merokok di dalam rumah.

PHBS di Sekolah. Sekolah memperkenalkan dunia kesehatan pada anak-anak di sekolah, sebaiknya tidak terlalu susah karena pada umumnya setiap sekolah sudah memiliki Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Pengertian UKS adalah usaha untuk membina dan mengembangkan kebiasaan serta perilaku hidup sehat pada peserta didik usia sekolah yang dilakukan secara menyeluruh dan terpadu.

PHBS di Tempat Kerja. PHBS di tempat kerja adalah upaya untuk memberdayakan para pekerja, pemilik dan pengelola usaha / kantor, agar tahu, mau, dan mampu mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan tempat kerja yang sehat. Kegiatannya antara lain tidak merokok; membeli dan mengonsumsi makanan dari tempat kerja; melakukan olahraga secara teratur / aktifitas fisik; mencuci tangan menggunakan sabun di bawah air mengalir sebelum dan sesudah makan, sesudah bak dan bab; menggunakan air bersih; menggunakan jamban bersih; membuang sampah pada tempatnya; mempergunakan alat pelindung diri sesuai jenis pekerjaan; setiap pekerja meningkatkan kesehatannya agar tidak mudah sakit dan produktivitas pekerja meningkat yang berdampak pada peningkatan penghasilan pekerja dan ekonomi keluarga.

Dampak PHBS di tempat kerja bagi masyarakat sekitar adalah mempunyai lingkungan yang sehat walaupun berada di sekitar tempat kerja, dapat mencontoh perilaku hidup bersih dan sehat yang diterapkan oleh tempat kerja setempat. Sedangkan dampak bagi tempat kerja adalah meningkatnya produktivitas pekerja yang berdampak positif terhadap pencapaian target dan tujuan, menurunnya biaya kesehatan yang harus dikeluarkan, meningkatnya citra tempat kerja yang positif.

PHBS di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Rumah Sakit). Pembangunan kesehatan ditekankan pada upaya promotif dan preventif agar orang yang sehat menjadi lebih sehat dan produktif. Pola hidup sehat adalah perwujudan paradigma sehat yang berkaitan dengan perilaku perorangan, keluarga, kelompok, dan masyarakat yang berorientasi sehat dengan meningkatkan, memelihara, dan melindungi kualitas kesehatan baik fisik, mental, spiritual maupun sosial.

Perilaku hidup sehat meliputi perilaku proaktif untuk memelihara, meningkatkan kesehatan dengan cara olah raga teratur dan hidup sehat; menghilangkan kebudayaan yang berisiko menimbulkan penyakit; upaya untuk melindungi diri dari ancaman yang menimbulkan penyakit; berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat.

Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan, tempat berkumpulnya orang sakit dan sehat, sehingga berpotensi menjadi sumber penularan penyakit bagi pasien, petugas kesehatan maupun pengunjung. Terjadinya infeksi oleh bakteri atau virus yang ada di fasilitas pelayanan kesehatan, penularan penyakit dari penderita yang dirawat di fasilitas pelayanan kesehatan kepada penderita lain atau petugas di fasilitas pelayanan kesehatan ini disebut dengan infeksi rumah sakit. Infeksi rumah sakit terjadi karena kurangnya kebersihan fasilitas pelayanan kesehatan atau tenaga kesehatan yang melakukan prosedur medis tertentu kurang terampil. Penularan penyakit juga dapat terjadi karena tidak memadainya fasilitas sanitasi seperti ketersediaan air bersih, jamban dan pengelolaan limbah.

Contoh kegiatan PHBS yang dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan antara lain mencuci tangan memakai sabun di bawah air mengalir atau menggunakan hand rub, menggunakan air bersih, menggunakan jamban sehat, membuang sampah pada tempatnya, tidak merokok, tidak meludah di sembarang tempat, dan pemberantasan jentik nyamuk.

Adapun tujuan PHBS di fasilitas pelayanan kesehatan : membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, mencegah terjadinya penularan penyakit, menciptakan lingkungan yang sehat. Sedangkan sasaran PHBS di fasilitas pelayanan kesehatan adalah pasien, keluarga pasien, pengunjung, petugas kesehatan, dan karyawan.

Bagaimana upaya penerapan indikator PHBS di tingkat rumah tangga, di sekolah, di tempat kerja, di tempat umum dan tempat lainnya, tergantung dengan kesadaran dan peran serta aktif masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Karena upaya mewujudkan lingkungan yang sehat akan menunjang pola perilaku kehidupan rakyat yang sehat secara berkelanjutan. (Tn)

 

 

 

 

 

Referensi :

  1. http://kotaku.pu.go.id:8081/wartaarsipdetil.asp?mid=8599&catid=2&
  2. promkes.depkes.go.id/perilaku-hidup-bersih-dan-sehat-di-institusi-kesehatan
  3. dinkesrl.net/blog/2011/03/31/phbs-di-institusi-kesehatan,
  4. Promosi Kesehatan, Universitas Indonesia. 2009.
  5. Buku Saku Rumah Tangga Sehat dengan PHBS, Pusat Promosi Kesehatan, Depkes RI, Jakarta, 2007, Hal. 2.