Tim Promkes RSST – Setiap orang membutuhkan istirahat dan tidur agar dapat mempertahankan status kesehatan pada tingkat yang optimal. Pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur terutama sangat penting bagi orang yang sedang sakit agar lebih cepat memperbaiki kerusakan pada sel. Apabila kebutuhan istirahat dan tidur tersebut cukup maka jumlah energi yang diharapkan untuk memulihkan status kesehatan dan mempertahankan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari terpenuhi (Alimul, 2006).

Tidur adalah proses istirahat bagi semua makhluk hidup dan bahkan sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia. Ketika kita tidur, daya tanggap pasti akan berkurang karena beberapa organ ada yang beristirahat.  Menurut Lannywati, 2001 pengertian tidur adalah kondisi hilangnya kesadaran secara priodik dan normal.

Dapat tidur dengan nyenyak adalah nikmat yang diinginkan semua orang. Tidur dengan nyenyak maka lelah setelah beraktivitas akan hilang dengan sendirinya dan tubuh terasa segar kembali.

Apabila waktu tidur tidak mencukupi tubuh terasa kurang segar dan kurang waspada dan mungkin lebih bingung, mudah tersinggung dan terasa lelah. Kurang tidur tidak hanya mempengaruhi tingkat energi melainkan juga fungsi mental dan fungsi sosial seseorang.

Lama tidur setiap hari bervariasi pada setiap orang rata-rata 7-8 jam. Tetapi yang lebih penting dari sekedar menghitung jam tidur adalah menilai bagaimana perasaan kita masing-masing di siang hari bila tubuh terasa segar berfungsi dengan baik dan tidak lelah sekalipun saat sedang duduk dan relaks selama beberapa menit menandakan kalau tidur kita cukup dan berkualitas.

Berikut beberapa manfaat dari tidur yang berkualitas yaitu :

  • Meningkatkan kualitas hidup.
  • Membuat tubuh lebih ideal.
  • Membantu pertumbuhan dan perkembangan tubuh.
  • Membuat aktif dan produktif sepanjang hari.
  • Menjaga fokus
  • Memperkuat sistem kekebalan tubuh.
  • Mempertajam ingatan
  • Memperbaiki suasana hati.

Tidur yang berkualitas juga berhubungan dengan kesehatan psikologis yaitu :

  • Tingkat stres dan depresi yang dirasakan sangat terkait dengan kualitas tidur (Lemma, dkk.,2012).
  • Kualitas tidur berhubungan signifikan dengan tingkat depresi, cemas dan stres (Aryadi, dkk., 2017).

Di bawah ini terdapat tiga elemen tidur berkualitas yaitu :

  1. Durasi : lamanya tidur berlangsung.
  2. Kontinuitas : tidur yang terus menerus berlangsung tanpa terbangun dan terkena gangguan.
  3. Kedalaman tidur : tidur yang nyenyak dan saat terbangun badan terasa lebih segar. (Tn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Suhartini. 2019. Pemenuhan Istirahat – Tidur Pasien Melalui Tehnik Relaksasi Progresif di Rumah Sakit Umum Daerah Bima. Rumah Sakit Umum Daerah Bima, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Bima Nursing Journal Volume 1 Nomor 1. hlm. 56.
  2. p2ptm.kemkes.go.id
  3. https://usd.ac.id/pusat/p2tkp/