Posted by Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran at Agustus 5, 2022 4:41 pm Informasi Kesehatan

Klaten, Jumat 5 Agustus 2022, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Yuk Kenali Pencegahan Obesitas”. Acara diselenggarakan di ruang tunggu Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST.

Obesitas merupakan suatu keadaan dimana terjadi penumpukan lemak berlebih di dalam tubuh. Obesitas dapat terjadi karena ketidakseimbangan antara energi dari makanan yang masuk lebih besar dibanding dengan energi yang digunakan tubuh. Obesitas ditandai dengan nilai indeks massa tubuh (IMT) 25 lebih, banyak berkeringat, terdapat penumpukan lemak bagian tubuh, mudah lelah dan nyeri sendi. Adapun faktor yang mempengaruhi obesitas yaitu tingkat pendidikan dan pekerjaan , asupan makanan, stres , aktivitas fisik  dan usia. Obesitas disebabkan oleh konsumsi makanan cepat saji atau minuman yang mengandung gula tambahan dalam jangka panjang, juga bisa disebabkan konsumsi makanan berlebihan yang tidak diimbangi dengan olahraga.

Cara mengukur atau menentukan Obesitas

Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami obesitas atau tidak, dengan menghitung Indeks Massa Tubuh,rumus :

Indeks massa tubuh (IMT) =    Berat Badan (Kg)

Tinggi Badan (M)²

 

Klasifikasi IMT

< 18,5        : Berat badan kurang (Underweight)

18,5- 22,9  : Berat badan normal

23-24,9      : Kelebihan berat badan (overweight)

25-29,9      : Obesitas

≥ 30           : Obesitas II

Apabila seseorang mengalami obesitas selain tidak baik untuk penampilan juga berisiko terkena penyakit.

Berikut adalah bahaya obesitas :

  1. Obesitas berisiko 2 kali lipat mengakibatkan terjadinya serangan jantung koroner, Stroke, Diabetes melitus (penyakit gula), Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  2. Berisiko mengakibatkan penyakit kanker
  3. Berisiko 3 kali lipat terkena batu empedu
  4. Berisiko meningkatkan lemak dalam darah dan asam urat
  5. Berisiko mengakibatkan terjadinya sumbatan nafas ketika sedang tidur
  6. Mengakibatkan menurunnya tingkat kesuburan reproduksi

Pencegahan obesitas

Berikut ini adalah cara mencegah obesitas:

  • Melakukan Aktifitas fisik

Untuk mencegah obesitas sebaiknya melakukan aktivitas fisik sedang selama 30 menit hampir setiap hari. Pasalnya melakukan aktivitas fisik dapat meningkatkan penurunan berat badan dan mempertahankan berat badan. Namun jika anda sudah mendekati atau bahkan mengalami obesitas maka lakukan olahraga secara rutin setidaknya 1 jam.

  • Menghindari asupan protein harian

Memenuhi asupan protein harian dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Mencukupi asupan protein dalam tubuh dapat membuat kenyang lebih lama sehingga nafsu makan akan menurun serta energi tubuh akan lebih optimal untuk beraktivitas.

  • Menghindari konsumsi makanan olahan

makanan olahan yang mengandung tinggi gula, lemak dan kalori dapat menyebabkan meningkatnya gula darah dengan cepat

  • Membatasi asupan gula, garam dan lemak

Sebaiknya anda meminimalkan asupan gula tambahan untuk memperbaiki pola makan

karena bila mengonsumsi makanan dan minuman dengan tambahan gula tinggi dapat

memicu penyakit yaitu Diabetes Melitus

Begitu pun bila anda banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak. Lemak tidak sehat bisa meningkatkan kadar kolesterol. Kondisi ini bisa memicu pembentukan plak kolesterol pada pembuluh darah yang menyebabkan penyakit jantung.

Asupan garam yang berlebihan pun tidak kalah besar. Pola makan tinggi garam membuat rentan mengalami tekanan darah tinggi.

Sehingga anjuran konsumsi garam, gula, lemak berguna agar mengetahui batas asupan dalam sehari.

  • Lakukan Diet Rendah Karbohidrat

Membatasi konsumsi karbohidrat membuat lebih banyak mengonsumsi lemak sehat (HDL) dan protein. Hal tersebut dapat mengurangi nafsu makan sehingga tidak mengonsumsi makanan secara berlebihan.

  • Makan Secara Perlahan

Mengunyah makanan secara perlahan akan membantu anda mengonsumsi lebih sedikit kalori serta meningkatkan hormon yang memicu penurunan berat badan.

  • Membatasi istirahat/ tidur terlalu lama

Tidur yang cukup memang penting untuk kestabilan berat badan, namun jika dilakukan berlebihan akan meningkatkan risiko obesitas, jadi tidur berlebihan harus dibatasi.

Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber.

Daftar Pustaka

  1. Telisa Imelda, Yuli Hartati, Arif Dwisetyo Haripamilu. Faktor Risiko Terjadinya Obesitas pada Remaja SMA. Poltekkes Kemenkes Palembang, RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Health Journal Volume 7 No 3.
  2. Reymunia Fatria. 2019. Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Obesitas pada Siswa SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak.