Tim Promkes RSST – Sobat sehat, mungkin sering mendengar KTR. Apa sebenarnya Kawasan Tanpa Rokok / KTR? Kawasan Tanpa Rokok / KTR adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan dan atau mempromosikan produk tembakau.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2003 tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan Telah Mengatur Kawasan yang Dilarang Untuk Kegiatan Produksi, Penjualan, Iklan, Promosi dan/atau Penggunaan Rokok.

Kawasan tersebut dinamakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), sebagaimana tertulis pada pasal 1 Peraturan Pemerintah tersebut. Pada pasal 22 peraturan tersebut menetapkan area yang dijadikan sebagai KTR antara lain adalah tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja dan tempat yang secara spesifik sebagai tempat proses belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah dan angkutan umum.

Kawasan Tanpa Rokok adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan/atau mempromosikan produk tembakau. (Kemenkes RI, 2011 : 14).

Penetapan Kawasan Tanpa Rokok merupakan upaya perlindungan untuk masyarakat terhadap risiko ancaman gangguan kesehatan karena lingkungan tercemar asap rokok. Penetapan Kawasan Tanpa Rokok ini perlu diselenggarakan di fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan (Kemenkes RI, 2011).

Kawasan Tanpa Rokok yang telah ditetapkan oleh pemerintah antara lain sebagai berikut (Kemenkes RI, 2011).

  1. Fasilitas pelayanan kesehatan
  2. Tempat proses belajar mengajar
  3. Tempat anak bermain
  4. Tempat ibadah
  5. Angkutan umum
  6. Tempat kerja
  7. Tempat umum
  8. Tempat lain yang ditetapkan, adalah tempat terbuka yang dimanfaatkan bersama-sama untuk kegiatan masyarakat

Menurut Kementrian Kesehatan RI (2011), tujuan penetapan Kawasan Tanpa Rokok adalah :

  1. Menurunkan angka kesakitan dan/atau angka kematian dengan cara mengubah perilaku masyarakat untuk hidup sehat.
  2. Meningkatkan produktivitas kerja yang optimal.
  3. Mewujudkan kualitas udara yang sehat dan bersih, bebas dari asap rokok.
  4. Menurunkan angka perokok dan mencegah perokok pemula.
  5. Mewujudkan generasi muda yang sehat.

Dari penjelasan di atas maka dengan adanya Kawasan Tanpa Rokok / KTR penting untuk :

  • Melindungi kesehatan dari bahan karsinogenik maupun zat adiktif dalam produk tembakau yang dapat mengakibatkan penyakit, penurunan kualitas hidup serta kematian.
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap manfaat hidup tanpa merokok serta bahaya merokok.
  • Melindungi kesehatan masyarakat.

Dukungan masyarakat sangat penting dalam pelaksanaan kebijakan KTR. Dukungan muncul setelah seseorang paham dengan tujuan ditetapkannya Kebijakan KTR. Dukungan dapat juga muncul setelah orang tersebut membuktikan sendiri manfaat yang didapat dari pelaksanan kebijakan KTR (Devhy, 2014). (Tn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Renaldi Reno. 2013. Implementasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Pada Mahasiswa di Lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru. Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru. Jurnal Kesehatan Komunitas Volume 2 Nomer 5. Hlm 233-234. Website https://jurnal.htp.ac.id
  1. Instagram : p2ptmkemenkesri
  2. https://kesmas-id.com