Yakin Tetap Mau Turun Berat Badan Secara Singkat?

Tim Promkes RSST – Bagi kaum hawa, mempunyai badan yang langsing dan ideal adalah suatu kebanggaan. Sebagian besar remaja putri mendambakan bentuk tubuh yang ideal seperti memiliki bentuk tubuh yang langsing, pinggul dan pinggang yang lebih kecil, lengan dan tungkai kaki yang lebih ramping, dan payudara yang lebih besar.

Sampul majalah, iklan-iklan televisi dan film berperan penting dalam pembentukan standar kecantikan dalam suatu masyarakat. Reaksi  sosial terhadap bentuk tubuh menyebabkan remaja cemas akan pertumbuhan tubuh yang tidak sesuai dengan standar budaya yang berlaku.

Ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh mendorong kaum hawa berusaha untuk terus memperbaiki penampilan fisiknya. Salah satu upaya  yang  mudah  dilakukan  untuk  membuat  tubuh  menjadi  langsing adalah dengan melakukan diet. Tidak sedikit juga yang menempuh jalan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang drastis dan cepat. Bahkan ada yang rela melakukan diet super ketat untuk menurunkan berat badan dengan cepat. Bahkan sampai pola makannya harus berantakan.

Secara medis, perilaku diet merupakan perilaku pengaturan asupan (intake) makanan yang  masuk  ke  tubuh  dengan  tujuan  yang beraneka macam, salah satunya untuk menurunkan berat badan.

Hal itu  merupakan  penyebab  utama  kebanyakan orang tidak tahan menjalani berbagai metode diet karena pada dasarnya diet melakukan pembatasan. Istilah diet pada akhirnya hanya sebatas pada pola makan untuk menurunkan berat badan. Diet mencakup pola-pola perilaku yang bervariasi, dari pemilihan makanan yang baik untuk kesehatan sampai pembatasan yang sangat  ketat  akan  konsumsi  kalori.

Diet yang dianjurkan adalah diet energi rendah yaitu asupan energi dikurangi 500 kkal dari kebutuhan normal, dengan komposisi yang berbeda. Diet rendah lemak adalah diet energi rendah dengan komposisi protein 10-15 persen kebutuhan energi, lemak <20 persen kebutuhan energi dan karbohidrat >65 persen kebutuhan energi. Sedangkan diet rendah karbohidrat dengan komposisi protein 10-15 persen kebutuhan energi, lemak >30 persen kebutuhan energi dan karbohidrat <55 persen kebutuhan energi.

Penurunan berat badan yang dianjurkan adalah 0.1 kg setiap minggu secara bertahap dengan pembatasan energi lebih kurang 500 kkal setiap hari.

Menurunkan berat badan secara berlebihan itu sangatlah tidak baik. Berkurangnya berat badan berefek pada penurunan tekanan darah, kolesterol, trigliserida dan resistensi insulin atau ketidakseimbangan untuk menggunakan gula darah. Ingat bahwa kebugaran dihitung per unit berat badan, jadi jika lemak meningkat, kebugaran akan menurun.

Jika penurunan berat badan dilakukan secara cepat dan drastis maka dapat menyebabkan kehilangan sejumlah besar air, elektrolit, mineral, jaringan otot dan protein yang berada di jaringan lemak bebas.

Hal ini berisiko terhadap terjadinya kelelahan, dehidrasi, terganggunya daya tahan dan keseimbangan elektrolit serta aminorea (berhentinya menstruasi pada wanita).

Gabungan antara latihan fisik (olahraga) dan diet seimbang disertai dengan kemauan yang kuat sebagai alternatif untuk menjawab masalah pengaturan berat badan.

Latihan fisik (olahraga) sebagai pilihan yang aman untuk menjawab masalah penurunan berat badan, karena risiko gangguan terhadap kesehatan relatif kecil dan memperoleh efek positif. Latihan fisik terbukti sebagai cara untuk menggerakkan lemak dari simpanan jaringan adiposis dan membakarnya untuk energi. Aktivitas fisik yang teratur akan membakar lemak, membantu dalam mempertahankan berat badan yang diinginkan, persentase lemak tubuh, figur yang ramping, dan sehat. Latihan fisik akan menghasilkan perubahan-perubahan pada aspek jasmani, yang dapat diketahui dari indikator pengukuran komposisi tubuh yang diukur dari persentase lemak tubuh dan berat badan. (Hn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Al-Mighwar, M. 2006. Psikologi Remaja. Bandung : Pustaka Setia.
  2. Ellen Prima dan Endah Puspita Sari. 2013. Hubungan Antara Body Dissactisfaction Dengan Kecenderungan Perilaku Diet Pada Remaja Putri. Program Studi Psikologi, Universitas Islam Indonesia. Jurnal Psikologi Integratif, Vol. 1, No. 1, Juni 2013, Halaman 17 – 30.
  3. Kim, M. & Lennon, S. J. 2006. Analysis of Diet Advertisements : A  Cross National Comparison of  Korean and U.S. Women’s MagazinesClothing and Tex-tiles Research Journal, 24(4), 345-362.
  4. Ni Made Dewantari, I Wayan Ambartana. 2017. Pengaruh Komposisi Diet dan Senam Aerobik Terhadap Penurunan Berat Badan. Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar.
  5. Sutriandewi. 2003.  Hubungan  Citra  Raga dengan Perilaku Diet pada Remaja Putri. Skripsi (tidak  diterbitkan).  Yogyakarta : Fakultas  Psikologi  Universitas  Islam  Indonesia.
  6. Widiyanto. 2005. Metode Pengaturan Berat Badan. Dosen Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi FIK UNY.