PKRS RSST – Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang telah menjadi perhatian nasional maupun global. Indonesia dalam beberapa dasawarsa terakhir menghadapi masalah Triple Burden Diseases yaitu penyakit menular yang masih menjadi masalah, kejadian re-emerging diseases dan new emerging diseases yang masih sering terjadi dan di sisi lain kejadian penyakit tidak menular cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2012 pada kelompok usia 25-34 tahun adalah 9,3% dan meningkat seiring bertambahnya usia pada kelompok usia 53-64 tahun sebesar 15,5%.

Pola hidup modern telah mengubah sikap dan perilaku manusia, termasuk pola makan, merokok, konsumsi alkohol sehingga penderita penyakit degeneratif (penyakit karena penurunan fungsi organ tubuh) semakin meningkat dan mengancam kehidupan.

Penyakit tidak menular diketahui sebagai penyakit yang tidak dapat disebarkan dari seseorang terhadap orang lain. Terdapat 4 (empat) tipe utama penyakit tidak menular yaitu penyakit kardiovaskuler, kanker, penyakit pernapasan kronis, dan diabetes.

Peningkatan kejadian penyakit tidak menular berkaitan dengan adanya perubahan gaya hidup akibat modernisasi, urbanisasi, globalisasi dan pertumbuhan populasi. Kejadian penyakit tidak menular muncul dari kombinasi faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan dapat dimodifikasi.

Penyakit tidak menular dikenal juga sebagai penyakit kronis tidak ditularkan dari orang ke orang. Perkembangan penyakit tidak menular umumnya lambat dan membutuhkan durasi yang panjang.

Berikut ini faktor risiko penyakit tidak menular yang dapat menjadi penyebab antara lain :

  • Merokok
  • Kurang melakukan aktifitas fisik menyebabkan penumpukan lemak dan mengurangi kebugaran tubuh.
  • Kurang mengkonsumsi buah dan sayuran menyebabkan kekurangan serat yang bermanfaat untuk kesehatan.
  • Mengkonsumsi alkohol, memilki dampak terhadap kesehatan hati, ginjal, otak dan lain-lain.

Di bawah ini adalah jenis-jenis penyakit tidak menular antara lain :

  • Obesitas
  • Diabetes
  • Stroke
  • Penyakit Jantung
  • Hipertensi
  • Kanker Payudara
  • Kanker Leher Rahim
  • Asma
  • Penyakit Paru Obstruktif Kronik / PPOK

Adapun pencegahan penyakit tidak menular yang bisa dilakukan adalah :

  1. Perilaku hidup sehat seperti tidak merokok, mengkonsumsi sayur dan buah, melakukan aktifitas fisik minimal 30 menit per hari, tidak mengkonsumsi alkohol dan mengendalikan stres.
  2. Lingkungan yang sehat antara lain bebas polusi udara, kendaraan yang layak jalan, fasilitas umum untuk aktifitas fisik seperti tempat bermain dan olahraga.
  3. Menjaga kondisi tubuh seperti gula darah normal, kolesterol dan tekanan darah normal.

Selain itu pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku C E R D I K  yaitu :

C : Cek kondisi kesehatan secara berkala

E : Enyahkan asap rokok

R : Rajin aktifitas fisik

D : Diet sehat dengan kalori seimbang

: Istirahat yang cukup

K : Kendalikan stress

Dari penjelasan tersebut di atas, mulai dari sekarang sebaiknya kita menerapkan gaya hidup yang lebih baik sebagai upaya pencegahan penyakit. (Tn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Warganegara Efrida dan Nida Nabilah Nur. 2016. Faktor Risiko Perilaku Penyakit Tidak Menular. Bagian Mikrobiologi dan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Volume 5, hal. 88-90. Website https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/1082/922.
  1. Siswanto Yuliaji dan Ita Puji Lestari. 2020. Pengetahuan Penyakit Tidak Menular dan Faktor Risiko Perilaku Pada Remaja. Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo. Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, Vol. 2 No. 1, 2020:1-6, hlm. 1-2. Website : http://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/jpppk/article/view/2713.
  1. https://krakataumedika.com/info-media/artikel/penyakit-tidak-menular-ptm-penyebab-dan-pencegahannya.
  2. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/profil-p2ptm/latar-belakang/strategi-pencegahan-dan-pengendalian-ptm-di-indonesia.