dr. Lucky Taufika Yuhedi, Sp.Onk.Rad – Vaksinasi adalah kegiatan pemberian vaksin dalam rangka menimbulkan dan meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga jika suatu saat terpapar dengan virus / antigen penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan dan tidak menjadi sumber penularan.

Vaksin sendiri merupakan produk biologi yang berisi antigen yang dapat berupa mikroorganisme atau bagian / zat yang dihasilkan yang telah diolah sedemikian rupa sehingga aman, yang apabila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu. Dengan kata lain vaksin akan merangsang pembentukan kekebalan terhadap penyakit.

Latar Belakang Pemberian Vaksinasi Dosis Ke-3 Bagi Tenaga Kesehatan

  1. Peningkatan kasus terkonfirmasi COVID-19 yang cukup tinggi yang didominasi Varian Delta.
  2. Terdapat tenaga kesehatan yang terinfeksi COVID-10 padahal sudah mendapatkan Vaksinasi 2 (dua) dosis lengkap. Dan data yang ada menunjukkan Antibody Vaskin Sinovac menurun setelah 6 (enam) bulan.
  3. Penyebaran COVID-19 yang semakin meluas di hampir seluruh Provinsi, angka BOR (Bed Occupancy Ratio) yang tinggi, tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan sangat berisiko tinggi terpapar COVID-19.
  4. Pemberian vaksinasi dosis ke-3 bagi tenaga kesehatan ini telah mendapatkan rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional / ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group On Immunization) berdasarkan hasil kajian surat No. 71 / ITAGI / Adm  / VII / 2021 tanggal 08 Juli 2021.
  5. Program vaksinasi harus didukung untuk menekan laju kejadian infeksi COVID-19 dan bagian dari upaya menghentikan pandemi.

Syarat :

  1. Bekerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes)
  2. Berusia ≥ 18 tahun.
  3. Telah mendapatkan 2 (dua) dosis Vaksinasi COVID-19 3 (tiga) bulan sebelumnya.

Apa Jenis Vaksinasi Dosis Ke-3 Itu?

Pemberian vaksinasi dosis ketiga dapat menggunakan vaksin dengan platform yang sama atau menggunakan platform yang berbeda. Saat ini pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menggunakan Vaksin Moderna mRNA-1273, yang berasal dari Negara Amerika Serikat. Vaksin ini mempunyai efikasi sebesar 94.1% jika digunakan dalam 2 (dua) dosis lengkap. Klaim dari produsen Moderna menyatakan bahwa vaksin ini mempunyai efek menetralisir beberapa varian virus SARS-COV2 termasuk varian Beta (B.1351-Afrika Selatan), Delta B16172-India) , Eta (B.1525-UK/Nigeria) dan Kappa (B16171-India).

Efek Samping

Efek samping vaksin Moderna yang dilaporkan adalah demam, kemerahan dan bengkak di bahu bawah di lengan yang disuntik serta nyeri. Keluhan lain sakit kepala dan badan terasa lemas.

Vaksin Moderna mengandung senyawa PEG (polietilen glikol) yang berpotensi memicu reaksi alergi.

PEG ini merupakan lapisan pelindung untuk molekul mRNA saat memasuki sel. Beritahukan kepada petugas skrining jika anda mempunyai riwayat alergi berat / reaksi anafilaksis sebelumnya.

Persiapan Sebelum Vaksinasi

  • Pastikan anda mendapatkan istirahat yang cukup (tidur malam minimal 8 jam).
  • Kendalikan penyakit / komorbid yang ada.
  • Tidak sedang demam atau bergejala flu / infeksi saluran pernafasan.
  • Datang ke sentra vaksinasi membawa KTP dan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

Persiapan Setelah Vaksinasi

  • Tetap tenang dan istirahat yang cukup.
  • Minum air putih yang banyak.
  • Jika demam minum obat paracetamol 500mg tiap 6 – 8 jam.
  • Obat rutin yang ada sebelumnya tetap diminum.
  • Laporkan semua reaksi / keluhan yang terjadi setelah vaksinasi kepada petugas kesehatan yang melakukan pengawasan KIPI (Kejadian Ikutan Paska Imunisasi).

Rencana pelaksanaan vaksinasi dosis ke-3 bagi tenaga kesehatan di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten akan dilaksanakan mulai tanggal 4 Agustus 2021. Ayo Vaksin!