PKRS RSST – Data kasus penularan COVID-19 semakin hari masih kian bertambah. Di Indonesia sendiri, per tanggal 22 November 2020, terdapat 497.668 kasus terkonfirmasi positif, sembuh 418.188 orang, dan meninggal dunia 15.884 orang.

Pemerintah terus berupaya melakukan upaya pencegahan / penanganan COVID-19. Selain tetap menghimbau masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan, menjaga imunitas tubuh, dan menjaga jarak, pemerintah juga melakukan upaya penyiapan sampai pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Pemerintah pun juga terus menghimbau masyarakat untuk mengikuti informasi-informasi terkait vaksin COVID-19 melalui sumber-sumber yang resmi atau tidak mudah mempercayai informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.

Ternyata banyak masyarakat juga yang mencari informasi seputar vaksin ini. Seperti di website covid19.go.id, beberapa informasi itu di antaranya terkait hal sebagai berikut :

Apakah benar sudah ada vaksin untuk COVID-19?

Sampai terhitung 3 November 2020, belum tersedia vaksin untuk COVID-19. Namun memang banyak vaksin potensial yang sedang dikembangkan terkait keamanan dan efektivitasnya.

Apakah vaksin COVID-19 adalah obat?

Akhir akhir ini banyak pihak mengklaim telah menemukan obat COVID-19. Salah satunya informasi yang disampaikan oleh Hadi Pranoto yang mengaku sudah menemukan obat yang spesifik bisa menanggulangi COVID-19 (mengaku sebagai pakar mikrobiologi, dan memiliki gelar profesor), dalam wawancara melalui kanal youtube salah satu artis.

Akan tetapi, vaksin disini bukanlah obat. Vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit COVID-19 agar terhindar dari tertular ataupun kemungkinan sakit berat.

Kapan vaksin COVID-19 siap untuk didistribusikan?

Pelaksanaan vaksinasi bertahap COVID-19 akan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Badan POM, berdasarkan hasil uji klinik di luar negeri atau Indonesia.

Bagaimana skema penahapan pemberian vaksin di Indonesia?

Di tahapan awal, vaksinasi COVID-19 akan diperuntukkan bagi garda terdepan dengan risiko tinggi, yaitu tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik. Lalu secara bertahap akan diperluas seiring dengan ketersediaan vaksin dan izinnya, yaitu penerima bantuan iuran BPJS, dan kelompok masyarakat lainnya.

Terkait perencanaan vaksinasi bertahap hal yang lebih detail, saat ini pemerintah sedang menyusun peta jalan atau roadmap yang akan menjelaskan mekanisme pelaksanaan vaksinasi COVID-19 secara menyeluruh.

Apakah vaksin COVID-19 nanti juga tersedia untuk anak-anak?

Saat ini, uji klinis vaksin COVID-19 dibatasi pada umur 18-59 tahun yang merupakan kelompok usia terbanyak terpapar COVID-19. Pengembangan vaksin untuk anak-anak masih direncanakan pada beberapa kandidat vaksin.

Apakah vaksin COVID-19 juga akan diberikan pada masyarakat yang berusia lebih dari 60 tahun?

Terdapat kandidat vaksin yang dapat diberikan untuk mereka yang berusia 60 hingga 89 tahun. Namun, tahap awal vaksinasi diberikan pada orang dewasa sehat usia 18-59 tahun yang merupakan kelompok usia terbanyak terpapar COVID-19.

Selain itu, dikarenakan mayoritas kandidat vaksin di dunia saat ini baru diuji cobakan pada orang dewasa usia 18-59 tahun yang sehat, dan akan membutuhkan waktu uji klinis tambahan untuk bisa mengidentifikasi kesesuaian vaksin COVID-19 untuk mereka yang berusia di atas 60 tahun dan dengan penyakit penyerta.

Apakah vaksin COVID-19 melindungi secara jangka panjang?

Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui rentang periode jangka panjang dari perlindungan vaksin COVID-19.

Bagaimana vaksin COVID-19 dikembangkan?

Meski pada saat darurat dan dibutuhkan dengan cepat, keamanan dan efektivitas vaksin adalah prioritas utama. Pengembangan vaksin tetap harus melalui tahapan pengembangan yang berlaku internasional yang secara umum terdiri dari :

  • Tahap pra-klinik
  • Tahap klinis (fase 1-3)
  • Penetapan penggunaan vaksin

Sembari menunggu vaksin COVID-19 siap tersedia untuk masyarakat, maka kita harus tetap melawan pandemi ini dengan patuh protokol kesehatan : #PakaiMasker #JagaJarak #CuciTanganPakaiSabun.

Seberapa ampuh vaksin COVID-19 melindungi kita dari penularan?

Dampak vaksin COVID-19 terhadap pandemi akan bergantung pada beberapa faktor. Ini termasuk faktor-faktor seperti efektivitas vaksin; seberapa cepat mereka disetujui, diproduksi, dan dikirim; dan berapa banyak target jumlah orang yang akan divaksinasi.

Pemerintah menargetkan setidaknya 60% penduduk Indonesia secara bertahap akan mendapatkan vaksin COVID-19 agar mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).

Bagaimana cara vaksin bekerja?

Secara umum, vaksin bekerja dengan merangsang pembentukkan kekebalan tubuh secara spesifik terhadap bakteri/virus penyebab penyakit tertentu. Sehingga apabila terpapar, seseorang akan bisa terhindar dari penularan ataupun sakit berat akibat penyakit tersebut.

 

Dengan demikian, sambil menunggu vaksinnya teruji dan tersedia, upaya perlindungan yang bisa kita lakukan adalah disiplin 3M, Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak dan jauhi kerumunan, serta Mencuci tangan pakai air mengalir dan sabun. Tetap dapatkan informasi yang jelas sumbernya dan hadapi informasi yang keliru dengan bijak, karena pemerintah pasti tetap menjamin keamanan vaksin. (Hn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. https://www.instagram.com/kemenkes_ri/
  2. https://covid19.go.id
  3. Kementerian Kesehatan RI, 2020. Obat dan Vaksin Harus Melewati Uji Ilmiah Sebelum Diproduksi dan Dipasarkan. Diambil dari : depkes.go.id, Dipublikasikan pada : Senin, 03 Agustus 2020.
  4. https://nasional.kompas.com/read/2020/10/16/17054171/wapres-minta-masyarakat-dukung-upaya-pemerintah-siapkan-vaksin-covid-19
  5. https://kominfo.go.id/content/detail/30911/ahli-pembuatan-vaksin-diawasi-ketat-untuk-memastikan-keamanannya/0/virus_corona