PKRS RSST – Seperti yang kita ketahui bahwa sebanyak 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 buatan Sinovac tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu, 6 Desember 2020. Vaksin tersebut dibawa menggunakan pesawat carter kargo khusus dengan menempuh rute Beijing-Jakarta.

Perkembangan teknologilah yang memungkinkan percepatan penemuan vaksin COVID-19 ini. Padahal pembuatan vaksin baru pada umumnya membutuhkan waktu yang lama yaitu dapat mencapai 10 tahun. Meskipun demikian, faktor kunci yang tidak boleh dikesampingkan dalam prosedur pengembangan vaksin adalah memastikan tingkat keamanannya. Pada dasarnya peneliti dan pengembang vaksin tidak mengkompromikan aspek kualitas, daya guna, dan keamanan vaksin.

Selanjutnya akan dilakukan vaksinasi segera, setelah mendapat persetujuan penggunaan pada masa darurat (Emergency Use Authorization / EUA) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) serta sertifikat kehalalan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Setelah vaksin COVID-19 mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM dalam rangka menjamin keamanan, kualitas dan efikasi vaksin, maka selanjutnya didistribusikan secara berjenjang, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten/kota, dengan prosedur Cara Distribusi Obat yang Baik (CPOB) guna menjamin kualitas vaksin sampai diterima oleh masyarakat.

Selain membuat peta jalan pendistribusian vaksin, pemerintah juga telah menetapkan kelompok prioritas penerima vaksin COVID-19, yang mana pada tahap pertama ini, akan diutamakan bagi tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, dan tenaga penunjang yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Pemerintah hanya menyediakan vaksin yang terbukti aman dan lolos uji klinis sesuai rekomendasi dari WHO. Namun kehadiran vaksin ini belum tentu mengakhiri pandemi COVID-19. Menteri Kesehatan pun mengingatkan kembali bahwa vaksinasi merupakan pertahanan kedua dari risiko penularan COVID-19. Pertahanan utama yang harus terus dijalankan oleh masyarakat adalah protokol kesehatan 3M, memakai masker, menjaga jarak fisik 1-2 meter serta mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. Untuk itu, masyarakat diimbau jangan lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dalam kehidupan sehari-hari. (Hn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Kementerian Kesehatan RI. 2020. Vaksin COVID-19 Tiba di Tanah Air, Menkes : Pemerintah Hanya Menyediakan Vaksin Aman. Diambil dari : depkes.go.id.
  2. Indah Pitaloka Sari dan Sri Widodo. 2020. Perkembangan Teknologi Terkini Dalam Mempercepat Produksi Vaksin COVID-19. Universitas Padjadjaran.
  3. https://covid19.go.id/p/masyarakat-umum/teknologi-mungkinkan-vaksin-hadir-lebih-cepat.