PKRS RSST – Setelah dikeluarkan surat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kepada PT. Bio Farma sebagai pengusung vaksin ini di Indonesia perihal persetujuan penggunaan obat dalam kondisi darurat (Emergency Use Authorization) CORONAVAC (Vaksin Virus Corona) pada tanggal 11 Januari 2021 di Jakarta, hari Rabu, tanggal 13 Januari 2021 secara resmi Presiden Joko Widodo menerima dosis pertama vaksin COVID-19 Sinovac. Presiden Joko Widodo menjadi yang nomer wahid menerima Vaksin Sinovac. Pemberian vaksin pun disiarankan secara langsung di akun YouTube Sekretariat Presiden.

Secara umum, vaksin bekerja dengan merangsang pembentukan kekebalan tubuh secara spesifik terhadap bakteri / virus penyebab penyakit tertentu. Sehingga apabila terpapar, seseorang akan bisa terhindar dari penularan ataupun sakit berat akibat penyakit tersebut.

Pemerintah menargetkan setidaknya 60% penduduk Indonesia secara bertahap akan mendapatkan vaksin COVID-19 agar mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).

Masyarakat diharapkan tidak takut dan ragu ketika vaksin COVID-19 sudah siap untuk diberikan. Pemerintah memastikan vaksin yang akan digunakan aman, memiliki efektivitas dan halal. Pemerintah juga menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memastikan vaksin yang digunakan halal.

Vaksin yang digunakan sudah lulus Emergency Use of Authorization (EUA) dari BPOM serta terdaftar di World Health Organization (WHO).

Dalam pengembangan vaksin COVID-19, melibatkan para pakar bidang kesehatan dan WHO. Hal ini bertujuan untuk memonitor dan memastikan bahwa vaksin ini aman digunakan. Selain itu, kerjasama yang erat dijalin untuk menginvestigasi dan mengkomunikasikan isu-isu yang muncul dalam pengembangan vaksin. Jika ditemukan isu-isu yang perlu ditindaklanjuti, maka pemerintah akan melaporkan ke WHO dan akan dievaluasi oleh Global Advisory Comitte on Vaccine Safety.

Vaksin juga dapat melindungi diri kita dan orang lain yang tidak dapat divaksin karena alasan kesehatan tertentu. Target vaksinasi COVID-19 di tahap pertama adalah tenaga kesehatan di 34 provinsi dan pemberi pelayanan publik / petugas publik.

Sambil menunggu pemberian vaksin, tetap terapkan protokol kesehatan 3M (Memakai masker dengan benar, Mencuci tangan pakai sabun, dan Menjaga jarak dengan menghindari kerumunan). (Hn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. covid19.go.id
  2. https://www.kemkes.go.id/
  3. https://www.instagram.com/kemenkes_ri/
  4. Buku Saku #InfoVaksin 2020.
  5. Indah Pitaloka Sari. 2020. Perkembangan Teknologi Terkini Dalam Mempercepat Produksi Vaksin COVID-19. Program Studi Farmasi, Universtas Padjadjaran.