Pandu Setyawan (Emergency Department of RSST) – Kasus COVID-19 di Indonesia pertama terkonfirmasi pada tanggal 2 Maret 2020. Berdasar rilis dari tim mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) per 27 Januari 2021 terdapat 647 tenaga medis dan kesehatan yang meninggal akibat COVID-19, yang terdiri dari 289 dokter, 27 dokter gigi, 221 perawat, 64 bidan, 11 apoteker, dan 15 tenaga laboratorium medik.[1] Hal ini diperlukan pencegahan penyebaran penyakit untuk menekan angka kematian akibat wabah ini.[2]

Rumah sakit perlu menyiapkan prosedur keamanan yang sesuai dengan standar protokol PPI. Prosedur penerimaan pasien juga akan mengalami perubahan termasuk penggunaan masker secara universal, prosedur skrining yang lebih ketat, pengaturan jadwal kunjungan, dan pembatasan pengunjung / pendamping pasien bahkan pemisahan pelayanan untuk pasien COVID-19 dan Non-COVID-19. Hal tersebut bertujuan untuk dapat mencegah penularan dari pasien ke pasien maupun dari pasien ke tenaga kesehatan di rumah sakit terutama ruang IGD.[3]

Kontaminasi silang antar petugas di IGD dapat terjadi dengan berbagai cara, dan berpotensi memiliki ancaman yang lebih besar. Hal ini dapat terjadi karena tarnsmisi droplet dimungkinkan menempel pada lingkungan kerja di IGD, bahkan terbawa sampai ruang istirahat petugas[4]. Perawat IGD  yang kontak dengan pasien COVID-19 dalam jangka waktu yang lama sangat berisiko untuk tertular penyakit.[5] Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem yang baik di rumah sakit dalam memberikan pelayanan pada kasus COVID.

Fakta menunjukkan bahwa rumah sakit rujukan COVID-19 belum optimal dan masih mengalami beberapa kendala. Pada skrining awal atau triase belum efektif seperti masih sulit untuk menyaring pasien tanpa gejala sehingga masih ditemui beberapa transmisi lokal di IGD. Selain itu terdapat kendala lingkungan fisik seperti ruangan untuk melakukan triase yang belum ergonomis dan tingginya angka penularan pada petugas di IGD.

Sistem triase elektronik sebenarnya bukan hal yang baru, beberapa tahun sebelumnya sistem triase elektronik sudah mulai dkembangkan saat terjadi wabah influenza H1N1 di Amerika Serikat dan Inggris. Beberapa sistem tersebut di antaranya Nurse Triage Line dengan nama alat Minnesota FluLine (MN FluLine) berbasis panggilan hotline[7], Strategy for Off-site Rapid Triage (SORT) berbasis website[8], dan Telephone Triage Nurses berbasis panggilan hotline[9]. Penggunaan triase elektronik memiliki efisiensi dari mulai waktu layanan sampai tingkat biaya perawatan yang harus dikeluarkan [8]. Elektronik triase merupakan teknologi dua arah yang dapat digunakan untuk memberikan perawatan kesehatan dengan efektif pada era teknologi informasi seperti saat ini. Teknologi ini dapat merevolusi kesiapan masyarakat untuk merespon isu kesehatan seperti pandemi dengan menyediakan cara yang revolusioner dan kuat untuk mendeteksi serta mengurangi ancaman kesehatan di masyarakat. Bentuk digitalisasi elektronik untuk triase pada masa pandemi influenza H1N1 memberikan refleksi pada situasi pandemi COVID-19, di mana karakteristik penyebaran virus dan tingkat kematian yang hampir sama dengan kasus influenza. Beberapa model dan desain pada triase di sistem pelayanan kesehatan dapat dijadikan sebagai model dalam penerapan triase selama COVID-19 dalam memaksimalkan upaya pengurangan penyebaran virus terutama di sistem pelayanan kesehatan [10].

Sistem triase dengan skoring memiliki sistem triase utama sebagaimana sistem triase konvensional yang digunakan pada kasus COVID-19. Pemberian skoring pada pasien merupakan tambahan untuk memprediksi dan memperhitungkan kebutuhan pasien untuk perawatan. Skoring ini tampak signifikan ketika pasien dengan keluhan yang serupa secara bersamaan datang ke IGD, sehingga dibutuhkan keputusan klinis yang cepat dan tepat untuk menentukan pasien mana yang harus diberikan perawatan. Hal ini disebabkan penegakan diagnosis COVID-19 dengan PCR yang membutuhkan waktu lama >6 jam [11,12].

Berbagai variabel yang terkait dengan hasil yang lebih buruk harus dapat diidentifikasi untuk menentukan dan menyesuaikan intensitas perawatan yang dibutuhkan setiap pasien, memungkinkan perencanaan strategis yang efektif dan administrasi sumber daya manusia dan peralatan yang lebih baik. Selain itu, kebutuhan akan model yang sensitif dan prediktif adalah hal wajib untuk menghindari keterlambatan pengenalan pasien yang sakit parah atau mereka yang berisiko mengalami komplikasi lebih lanjut [13].

Mengingat tingginya jumlah pasien yang dirawat dengan COVID-19, sistem peringatan dini spesifik termasuk hasil tes laboratorium, fitur klinis dan temuan radiologis, dapat meningkatkan deteksi pasien berisiko tinggi untuk pengoptimalan dan pengelolaan sumber daya rumah sakit yang lebih baik, terutama relevan di negara berpenghasilan rendah [14].

Bencana yang terjadi secara tiba-tiba dapat menyebabkan lonjakan pasien yang tak terduga, sehingga menyebabkan kekurangan staf dan barang-barang yang diperlukan untuk memenuhi pelayanan. Sebagian besar pasien dapat dirawat dan dipulangkan, sementara mereka yang dirawat dapat digabungkan ke ruang yang sesuai dengan kebutuhan mereka dengan tetap memperhatikan kewaspadaan standar yang tepat seperti pada COVID-19[15]. Hal ini mengharuskan IGD untuk dapat beradaptasi secara cepat untuk meningkatkan kebutuhan staf, suplai dan bahkan peningkatan kapasitas bangunan, sehingga perluasan area IGD sangat diperlukan [16].

Penerapan sistem triase yang terpisah dari gedung utama IGD merupakan langkah yang tepat untuk menekan angka penyebaran COVID-19. Perlengkapan radiografi, pemeriksaan laboratorium, ruangan resusitasi, dan penempatan alat-alat medis di luar gedung dengan menggunakan tenda darurat dapat diterapkan untuk mencapai tujuan tersebut [17].

Beberapa rumah sakit mengembangkan sistem triase yang paling efektif dalam menghadapi krisis pada masa pandemic COVID-19. Seperti triase ekternal, triase dengan telehealth dapat memberikan manfaat yang positif. Kombinasi antara kedua sistem dapat menjadi alternatif bagi rumah sakit [18].

Pada puncak wabah SARS di Toronto dan Taiwan, penyedia layanan kesehatan dihadapkan pada kemungkinan bahwa setiap orang yang datang ke unit gawat darurat dengan penyakit pernapasan dan demam mungkin menderita SARS dan dapat menularkan infeksi ke pasien lain. Sebagai tanggapan, diperlukan perbaikan fasilitas yang ada untuk membuat pusat evaluasi SARS yaitu, “Klinik Demam”. Unit-unit ini dirancang untuk menilai orang dalam jumlah besar dengan aman guna meminimalkan risiko penularan SARS, sehingga didapatkan tidak ada penularan yang dilaporkan di fasilitas ini[19]

Berbagai sistem triase yang telah disebutkan menunjukkan potensi dan efektifitas dalam memurunkan angka penyebaran COVID-19 terutama pada petugas kesehatan. Baik sistem elektronik, skoring, eksternal, dan modifikasi eksternal dan telehealth.

Referensi                    :

  1. Alam So. 647 Nakes RI Gugur Selama Pandemi, Tertinggi Ke-3 di Dunia [Internet]. Detikhealth2021 [Cited 2021 May 4]; Available From : Https://Health.Detik.Com/Berita-Detikhealth/D-5351830/647-Nakes-Ri-Gugur-Selama-Pandemi-Tertinggi-Ke-3-Di-Dunia.
  2. Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UGM-RSUP dr. Sardjito – Perdatin Yogyakarta. Panduan Early Warning Scoring System dan Code Blue System. Yogyakarta : Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif Fk UGM; 2019.
  3. Apriningsih H Et Al. Prevention of Transmission of COVID-19 In Health Workers In. J Ilm Pengabdi Kpd Masy 2020;4(2).
  4. Lin Cf, Wu Kh, Chiu Im. Cross-Infection Control of Coronavirus Disease 2019 at The Emergency Department In Taiwan. J Med Syst 2020;44(9):2019-20.
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Deases (COVID-19) [Internet]. Kementrian Kesehat. 2020;5:178. Available From : Https://Covid19.Go.Id/Storage/App/Media/Protokol/Rev-05_Pedoman_P2_Covid-19_13_Juli_2020.Pdf
  6. Kementrian Dalam Negeri. Pedoman Umum Menghadapi Pandemi Covid 19. J Chem Inf Model 2020;53(9):1689-99.
  7. Spaulding Ab, Radi D, Macleod H, Lynfield R, Larson M, Hyduke T, Et Al. Design And Implementation of a Statewide Influenza Nurse Triage Line In Response to Pandemic H1N1 Influenza. Public Health Rep 2012;127(5):532-40.
  8. Kellermann Al, Isakov Ap, Parker R, Handrigan Mt, Foldy S. Web-Based Self-Triage Of Influenza-Like Illness During The 2009 H1n1 Influenza Pandemic. Ann Emerg Med [Internet] 2010;56(3) : 288-294. E6. Available From : Http://Dx.Doi.Org/10.1016/J.Annemergmed.2010.04.005.
  9. North F, Varkey P, Bartel Ga, Cox Dl, Jensen Pl, Stroebel Rj. Can An Office Practice Telephonic Response Meet The Needs of a Pandemic? Telemed E-Health 2010;16(10):1012-6.
  10. Musthofa F, Maulana S, Robbani H. Digitization of Model and Design of H1N1 Influenza Pandemic Triage; Focus on Prevention of Transmission In Health Care System (Reflective Review Related Covid-19 ). Nucleus 2020;01(02):95-101.
  11. Levenfus I, Ullmann E, Schuurmans Mm, Battegay E. Brief Communication Triage Tool For Suspected Covid-19 Patients In The Emergency Room : Aifell Score. Brazilian J Infect Dis [Internet] 2020;24(5) : 458-61. Available From : Https://Doi.Org/10.1016/J.Bjid.2020.07.003.
  12. Huespe I, Carboni Bisso I, Di Stefano S, Terrasa S, Gemelli Na, Las Heras M. Covid-19 Severity Index : A Predictive Score For Hospitalized Patients. Med Intensiva 2021;(Xxxx):1-3.
  13. Wynants L, Van Calster B, Collins Gs, Riley Rd, Heinze G, Schuit E, Et Al. Prediction Models for Diagnosis And Prognosis of Covid-19: Systematic Review and Critical Appraisal. Bmj 2020;369.
  14. Mathukia C, Fan W, Vadyak K, Biege C, Krishnamurthy M. Modified Early Warning System Improves Patient Safety and Clinical Outcomes In An Academic Community Hospital. J Community Hosp Intern Med Perspect 2015;5(2):26716.
  15. Riou J, Althaus Cl. Pattern of Early Human-To-Human Transmission of Wuhan 2019 Novel Coronavirus (2019-Ncov), December 2019 To January 2020. Eurosurveillance [Internet] 2020;25(4):1-5. Available From : Http://Dx.Doi.Org/10.2807/1560-7917.Es.2020.25.4.2000058.
  16. Kaji A, Koenig Kl, Bey T. Surge Capacity for Healthcare Systems : a Conceptual Framework. Acad Emerg Med 2006;13(11):1157-9.
  17. Paganini M, Conti A, Weinstein E, Della Corte F, Ragazzoni L. Translating Covid-19 Pandemic Surge Theory to Practice In The Emergency Department : How To Expand Structure. Disaster Med Public Health Prep 2020;14(4):541-50.
  18. Miller R, Englund K. Sars-Cov-2 Viral Load In Upper Respiratory Specimens of Infected Patients. N Engl J Med 2020;382(12):1177-9.
  19. Mcdonald Lc, Simor Ae, Su I, Maloney S, Ofner M, Chen K, Et Al. Sars In Healthcare Facilities,. Emerg Infect Dis 2004;10(5):777-81.