Ike Restu Kurniawati, AMKeb – Toxoplasmosis adalah infeksi pada manusia yang ditimbulkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Toxoplasma gondii ini merupakan parasit pada hewan yang bisa ditularkan kepada manusia.

Infeksi Toxoplasma paling berbahaya apabila terkena pada ibu hamil dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah seperti yang sedang melakukan kemoterapi atau menderita HIV/AIDS.

Tanda dan Gejala

  • Ciri Toxoplasmosis yang paling marak timbul adalah gejala mirip seperti flu, termasuk demam, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, dan kelenjar getah bening membengkak.
  • Orang sehat yang terpapar Toxoplasma biasanya punya daya tahan tubuh kuat sehingga tidak mengalami gejala apa pun karena parasit hanya akan “tertidur” dalam tubuh.
  • Namun apabila daya tahan tubuh menurun, kondisi ini akan memicu untuk parasit penyebab Toxoplasma “terbangun” dan memulai perkembangan gejala nyata.
  • Dan jika sudah lebih dulu terkena HIV AIDS / sedang menjalani kemoterapi, akan ada kemungkinan untuk mengalami gejala infeksi yang lebih serius, seperti : pusing, kebingungan, koordinasi motorik yang buruk, masalah kerja pada paru, pengelihatan kabur karena infeksi retina yang berat.
  • Beberapa infeksi pada kehamilan akan menyebabkan keguguran atau cacat pada janin bahkan kematian.
  • Anak yang bertahan hidup pada akhirnya akan memiliki berbagai masalah yang serius seperti : kejang, mata dan kulit kuning, infeksi mata yang parah, berkurangnya kualitas pendengaran, gangguan psikotik.

Kapan saya harus menghubungi dokter?

Jika mengalami tanda gejala, gejala tidak berkurang atau membaik setelah pengobatan dan menyebabkan komplikasi yang serius.

Penyebab

  • Penyebabnya adalah parasit mikroskopis yang disebut “Toxoplasma gondii”.
  • Memakan daging dari hewan yang terinfeksi, ayam, bebek, kelinci, memakan daging mentah, atau daging dimasak tetapi kurang matang, terutama daging domba dan babi.
  • Melalui kontak dengan kotoran kucing atau kandang kucing jika kucing terinfeksi.
  • Makan buah atau sayuran yang terkontaminasi, terpapar dengan patogen, masakan kurang matang atau belum dicuci, mencuci tidak benar juga dapat memungkinkan terkena penyakit.
  • Wanita hamil dapat menurunkan parasit melalui aliran darah bayi.

Faktor-faktor Risiko

  • Mengidap HIV/AIDS.
  • Melakukan kemoterapi. Kemoterapi melemahkan sistem imun sehingga tubuh rentan terhadap infeksi.
  • Menggunakan steroid atau obat-obat immunosuppressive (melemahkan sistem imun) : perawatan kanker melemahkan sistem imun.
  • Ibu yang terinfeksi Toxoplasma saat mengandung.

Cara Mendeteksi Toxoplasma

Antibodi IgG menunjukkan bahwa infeksi Toxoplasmosis telah terjadi di masa lalu, tetapi tidak mengatakan apakah infeksi sekarang adalah akibat Toxoplasma gondii, sehingga hanya disimpulkan bahwa orang tersebut ‘pernah’ terinfeksi Toxoplasma gondii.

Tes lain mendeteksi antibodi IgM yang ditujukan terhadap parasit dan dapat mendeteksi antibodi ini minggu pertama infeksi, sehingga bisa mengatakan bahwa infeksi sekarang adalah akibat Toxoplasma gondii.

Pencegahan Infeksi

Untuk yang mempunyai kucing sebagai hewan peliharaan lakukan hal-hal berikut ini untuk mencegah penularan Toxoplasma :

  • Periksakan kucing ke dokter hewan.
  • Tes untuk Toxoplasma dapat dilakukan di rumah sakit hewan atau di dinas peternakan.
  • Jangan berikan makanan daging / ikan mentah.

Kucing yang selalu berada di rumah dan mengkonsumsi makanan kalengan / kering sangat jarang bahkan tidak ditemukan virus Toxoplasma di tubuhnya.

  • Jaga selalu kebersihan kandang.
  • Cegah kucing berburu / berkeliaran di luar rumah dan kontak dengan kucing liar.
  • Selalu jaga kebersihan dan kesehatan kucing.
  • Memasak daging dengan sempurna, pemanasan pada suhu 90 derajat celcius, selama 30 menit.
  • Menjaga kebersihan peralatan yang berhubungan dengan pengolahan daging.
  • Cuci tangan dengan bersih menggunakan sabun.
  • Cuci sayuran dan buah sebelum dimasak / dimakan.
  • Gunakan sarung tangan pada saat berkebun atau kontak dengan tanah.