PKRS RSST – Makin hari kasus positif makin bertambah… Semakin tidak terkendali kasus COVID-19, virus pun bisa ada dimana-mana… Update per tanggal 12 Januari 2021, angka kasus positif di Indonesia mencapai 846.765 jiwa.

Terkadang kita juga tidak menyadari, ternyata orang terdekatlah yang menjadi pintu masuk Virus Corona ini… Keluarga sendiri misalnya…

Dan munculah pernyataan, “Saya ngga pergi kemana-mana tapi kok bisa kena COVID-19 yaa?”

WASPADA titik lengah yang terkadang tidak kita sadari merupakan pintu masuk Virus Corona…

Apa itu titik lengah? Titik lengah terbesar adalah saat bersama keluarga atau teman karena merasa aman. Apalagi merasa bila ketika kumpul-kumpul hasil tes sudah dinyatakan NEGATIF. Padahal hasil tes bersifat real time, sehingga hanya berlaku pada saat diperiksa saja dan hasil negatif belum menjamin bebas dari Virus Corona.

Titik lengah ada di beberapa kondisi, antara lain :

Di Lingkungan Rumah

  1. Makan bersama keluarga yang tidak serumah.
  2. Beribadah di tempat ibadah.
  3. Memanggil tukang service / tukang pijat ke rumah.
  4. Foto bersama dan membuka masker.
  5. Kumpul bersama keluarga atau dengan teman yang tidak serumah.
  6. Pegawai rumah yang pulang pergi.
  7. Menghadiri arisan
  8. Belanja ke pasar atau tukang sayur.
  9. Membiarkan anak bermain dengan teman-temannya.

Di Aktivitas Sehari-hari

  1. Makan bersama teman dan membuka masker.
  2. Olahraga bersama dengan teman / orang yang tidak serumah.
  3. Foto bersama dan membuka masker.
  4. Mengunjungi mall, bioskop, restoran, dan bar / cafe.

Di Tempat Kerja, Sekolah dan Tempat Umum

  1. Makan bareng teman.
  2. Banyak orang di lift.
  3. Transportasi umum atau bersama.
  4. Foto bersama dan membuka masker.
  5. Rapat / belajar kelompok.
  6. Di antrean
  7. Toilet umum dan tempat wudhu umum.

Di Lingkungan Sosial

  1. Makan bersama di acara dan membuka masker.
  2. Menghadiri acara pesta / pernikahan.
  3. Menghadiri acara pemakaman.
  4. Foto bersama dan membuka masker.

Di Tempat Lainnya

  1. Tinggal di asrama / kost.
  2. Berbagi alat pribadi bersama.
  3. Menerima tamu keluarga / teman menginap di rumah kerabat.

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang memiliki pengaruh kuat terhadap perkembangan anggota keluarganya. Adanya hubungan keluarga yang baik, juga akan membantu para anggota keluarganya dalam menghadapi setiap problem yang ada, termasuk bidang kesehatan. Dalam bidang kesehatan, keluarga dapat didefinisikan sebagai unit dasar dalam masyarakat yang dapat menimbulkan, mencegah, mengabaikan, memperbaiki dan mempengaruhi anggota keluarga untuk meningkatkan kualitas kesehatan keluarga. Dengan ungkapan lain, keluarga dapat diimplifikasikan sebagai konteks sosial primer dalam mempromosikan kesehatan dan pencegahan penyakit.

Hasil penelitian pun menunjukkan bahwa dengan menjalankan peran dan fungsinya secara optimal dan baik, maka keluarga dapat mencegah para anggotanya dari persebaran wabah COVID-19. Oleh karenanya, peran keluarga menjadi sangat penting dan dapat menjadi garda terdepan untuk memutus mata rantai dari persebaran wabah tersebut.

Mari bersama ajak anggota keluarga untuk tetap terapkan protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak dengan menghindari kerumunan). (Hn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. covid19.go.id
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  3. World Health Organization (WHO) Indonesia. Situs resmi WHO (https://www.who.int/).
  4. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). 2020. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
  5. Mughni Labib Ilhamuddin Is Ashidiqie. 2020. Peran Keluarga Dalam Mencegah Coronavirus Disease 2019. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.