Tim Promkes RSST – Puasa ramadhan adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan setiap muslim yang mukallaf sebagai ibadah tahunan (Hasan, 2019). Dalam surat Al Baqarah ayat 183, Allah SWT berfirman agar umat Islam melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadhan selama satu bulan penuh berkah. Sebab ibadah puasa bisa menambah ketakwaan kepada Allah SWT.

Bulan ramadhan menjadi saat untuk umat muslim melaksanakan ibadah puasa. Meskipun di tengah pandemi COVID-19, seseorang masih bisa melakukan dengan tetap sehat sehingga terhindar dari penyakit. Namun, berpuasa ramadhan di tengah pandemi COVID-19 terasa berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu ibadah utama bagi umat muslim di bulan ramadhan adalah puasa. Selain menambah pahala, menjalani puasa satu bulan penuh baik untuk kesehatan. Sebab tubuh bisa ‘beristirahat’ sejenak setelah 11 bulan mencerna makanan terus-menerus. Puasa dianggap baik untuk tubuh karena membantu detoksifikasi dan menjadi momen yang tepat untuk memulai pola hidup sehat.

Pada saat puasa sistem kekebalan tubuh mungkin akan menurun karena kurang asupan makanan dan minuman. Hal ini membuat tubuh terasa lemas dan kurang bersemangat. Tentu kita tidak ingin ibadah puasa yang dijalankan membuat aktivitas terganggu.

Terdapat cara menjaga daya tahan tubuh ketika puasa bisa membuat tetap semangat dalam beraktivitas sehari-hari. Dengan memenuhi nutrisi penting, tidur yang cukup, olahraga teratur dan mengurangi pemicu stres sehingga dapat mempertahankan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Agar daya tahan tubuh tetap terjaga sebaiknya perlu menjaga pola makan bergizi dan seimbang.

Tidak jarang selama berpuasa pada bulan ramadhan, tubuh lebih mudah lelah. Hal tersebut mungkin dapat mempengaruhi produktivitas. Berikut beberapa tips meningkatkan iman dan imun ketika menjalankan ibadah puasa yaitu :

  1. Tetap menerapkan protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas).
  2. Makan makanan bergizi seimbang untuk mengganti energi saat puasa.
  3. Menjalankan ibadah wajib dan sunah dengan menerapkan protokol kesehatan.
  4. Sahur dan berbuka aman dan nyaman bersama keluarga di rumah.
  5. Banyak minum di antara waktu berbuka dan sahur.
  6. Dapatkan vaksinasi COVID-19 sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Selain itu sebaiknya minimalkan stres serta tidur yang cukup. Dan tetap menerapkan protokol kesehatan saat pandemi COVID-19 dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, rajin membersihkan tangan dengan sabun, jaga jarak aman dari orang lain, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. (Tn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Instagram : @ditjenkesmas
  2. https://www.liputan6.com/ramadan/read/4234628/5-cara-menjaga-daya-tahan-tubuh-saat-puasa-tetap-bugar
  3. http://pai.unida.gontor.ac.id/meningkatkan-imun-iman-dan-aman-di-masa-pandemi/
  4. https://ayosemarang.com/read/2020/04/02/54679/wajib-baca-tips-tingkatkan-sistem-imun-untuk-tangkis-covid-19
  5. Citra Palupi Khairizka, Aditya Fatkhi Laili, Nindy Sabrina. 2020. Puasa Bergizi di Tengah Pandemi. Universitas Esa Unggul, Universitas Sahid Jakarta. Jurnal Abdimas Volume 6 Nomor 4. Hlm 238-239. https://ejurnal.esaunggul.ac.id
  6. https://tirto.id/manfaat-puasa-ramadhan-di-tengah-pandemi-covid-19-menurut-who-flk7