dr. Puska Primi Ardini, Sp.OG (K)

  1. Masa Ovulasi dan Jenis Kelamin

Janin perempuan memiliki kromosom seks  XX, sedangkan janin laki-laki memiliki kromosom XY. Sebuah sel telur yang siap untuk dibuahi selalu hanya memiliki satu jenis kromosom yaitu X, sedangkan sperma terbagi 2 kelompok yaitu X (pembawa sifat perempuan) dan Y (pembawa sifat laki-laki). Jika sebuah sel telur berhasil dibuahi oleh sel sperma yang mengandung kromosom X, maka jenis kelamin janin adalah perempuan, sebaliknya jika yang dibuahi oleh sel sperma yang mengandung kromosom Y, maka jenis kelaminnya laki-laki.

Hubungan intim pada saat ovulasi (masa subur) kemungkinan besar akan menghasilkan janin laki-laki, karena sel sperma pembawa kromosom Y akan mencapai sel telur terlebih dahulu dibandingkan X, sedangkan jika hubungan intim dilakukan beberapa hari sebelum masa subur, maka sel sperma pembawa kromosom Y mati terlebih dulu sebelum sel telur dilepaskan, dan sel telur akan dibuahi oleh sperma X, sehingga janin perempuanlah yang dihasilkan.

Masa subur hanya berlangsung 1 x 24 jam, bagaimana kita bisa mengetahuinya?

–      Mengukur suhu tubuh setiap pagi saat bangun tidur, jika terdapat peningkatan suhu tubuh sekitar 1ºC, kemungkinan akan terjadi ovulasi.

–      Mengukur kekentalan lendir vagina, jika dijumpai lendir vagina yang sedikit lebih banyak, kental dan dapat dipanjangkan masa pertengahan siklus haid.

–      Mengukur kadar LH dalam urin, alat ini sangat sederhana dan banyak dijual di apotek, jika positif maka saat itulah terjadi ovulasi.

  1. Kondisi Asam – Basa Vagina

Suasana asam dapat dibuat dengan mencampur 1 sendok makan asam cuka (asam lemah) dengan 1 liter air dan basuh vagina dengan larutan ini sebelum berhubungan intim. Sedangkan suasana basa dapat dilakukan dengan mencampurkan 1 sendok makan soda kue ke dalam 1 liter, dan basuhkan ke vagina sebelum berhubungan.

–      Bila berhubungan intim dilakukan saat vagina dalam suasana asam, kemungkinan untuk mendapatkan janin perempuan meningkat, sedangkan dalam suasana basa kemungkinan untuk mendapatkan janin laki-laki lebih besar.

–      Jika perempuan orgasme terlebih dahulu, maka memperbesar kemungkinan mendapatkan janin laki-laki, karena saat orgasme perempuan akan menghasilkan lendir vagina yang bersuasana basa.

  1. Makanan

–      Jika ingin janin laki-laki, disarankan istri mengkonsumsi makanan yang mengandung natrium dan kalium seperti buah-buahan (pisang, apricot) dan sayuran (seledri). Makanan yang mengandung daging sapi atau ikan juga meningkatkan kemungkinan menghasilkan janin laki-laki.

–      Jika ingin janin perempuan, istri dianjurkan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung kalsium dan magnesium seperti susu, coklat, dan kacang-kacangan serta mengurangi makanan yang terlalu asin.

–      Sebaiknya pengaturan jenis makanan ini dilakukan paling tidak 2 (dua) bulan sebelumnya.