Tim Humas – Memilih pengasuh di tengah pandemi COVID-19 bukanlah perkara yang mudah. Pasalnya, setiap orang bisa saja menjadi sumber penularan Virus Corona di rumah, walaupun terlihat sehat tanpa gejala. Oleh karenanya supaya lebih aman, ikuti tips-tips berikut ini untuk memilih pengasuh di masa pandemi.

Sebagai pekerja, mungkin kita tengah merasakan kegalauan ketika harus kembali bekerja ke kantor dan mesti meninggalkan anak di rumah. Padahal, sebelumnya kita sempat melakukan Work From Home (WFH) dan bisa bekerja sekaligus menjaga anak.

Namun, setelah himbauan adaptasi kebiasaan baru diterapkan, maka kita tidak bisa lagi melakukan kedua hal tersebut secara bersamaan. Oleh karena itu, kita membutuhkan orang lain untuk membantu menjaga anak.

4 Tips Memilih Pengasuh Saat Pandemi COVID-19 :

Meskipun bisa menitipkan anak ke orang tua, mertua, atau tempat penitipan anak (daycare), memperkerjakan pengasuh bisa lebih mempermudah kita. Dengan adanya pengasuh, kita tidak perlu repot-repot mengantar dan menjemput anak.

Agar kita bisa tenang meninggalkan anak di rumah, berikut ini ada 4 tips memilih pengasuh saat pandemi COVID-19, yaitu :

  1. Pastikan pengasuh dalam keadaan sehat.

Virus Corona bisa menyerang siapa saja, tidak terkecuali calon pengasuh anak. Oleh karena itu, pastikan bahwa pengasuh dalam kondisi sehat dan tidak terinfeksi Virus Corona.

Bila perlu, kita bisa melakukan tes COVID-19 untuk meyakinkan bahwa pengasuh benar-benar terbebas dari Virus Corona. Walau akan memakan biaya lebih, hal ini bisa membuat kekhawatiran kita berkurang ketika harus melepaskan anak dengan pengasuh. Selain itu, penting juga memastikan calon pengasuh tidak menderita penyakit lain yang bisa menular ke anak, misalnya TBC.

  1. Pengasuh telah berpengalaman mengasuh anak.

Meskipun kita sedang sangat butuh tenaga bantuan untuk menjaga anak, pengalaman atau keterampilan pengasuh dalam mengasuh anak tidak boleh dinomorduakan. Ingatlah bahwa kita akan menitipkan anak yang harus dijaga sebaik mungkin. Oleh karena itu, pastikan kita memilih pengasuh yang telah berpengalaman cukup lama dalam mengurus anak kecil. Biasanya, pengasuh yang telah berpengalaman sejak lama akan lebih sabar dan teliti dalam menjaga anak kecil.

Selain itu, penting untuk memastikan bahwa pengasuh tidak memiliki rekam jejak yang buruk, seperti mencuri, merokok, atau minum-minuman keras, yang justru bisa membahayakan anak dan keluarga kita.

  1. Mintalah pengasuh melakukan karantina 14 hari sebelum bekerja.

Bila kita telah cocok dengan pengasuh tersebut, mintalah ia untuk melakukan karantina selama 14 hari sebelum mulai bekerja. Tujuannya untuk benar-benar memastikan pengasuh tidak terpapar Virus Corona.

Selain itu, jika di rumah memang ada kamar kosong, kita juga bisa memintanya untuk kerja full-time di rumah. Hal ini akan mengurangi risiko pengasuh tertular Virus Corona di perjalanan pulang-pergi dan lingkungan tempat tinggalnya, lalu menularkannya ke anak dan semua orang di dalam rumah.

  1. Minta pengasuh untuk menerapkan langkah pencegahan COVID-19.

Menginap di rumah kita atau tidak, pengasuh tetap harus diedukasi dan diberi tahu tentang protokol kesehatan untuk memutus rantai penularan. Sangat penting untuk mengingatkan pengasuh untuk selalu melakukan physical distancing dengan orang lain dan tidak mengunjungi kerumunan, apalagi saat sedang bersama anak.

Jangan ragu untuk meminta pengasuh mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer setiap usai beraktivitas atau ketika akan memegang buah hati, mengenakan masker, rutin memeriksa suhu tubuh, dan tidak membawa anak ke luar rumah saat kita tidak sedang di rumah.

Dengan mengetahui tips-tips memilih pengasuh saat pandemi COVID-19 di atas, kita bisa lebih tenang ketika harus meninggalkan anak di rumah bersama pengasuh. Jika anak sudah bisa diajak bicara, jelaskan terlebih dahulu kepadanya bahwa setelah ini ada pengasuh yang akan menjaganya selama kita tidak di rumah. Beri tahu berapa lama kita akan bekerja di kantor dan jam berapa kira-kira kita akan pulang.

Pastikan juga kita bisa melakukan panggilan video ketika berada di kantor agar anak tetap merasa diperhatikan oleh kita dan kita juga bisa melihat keadaan buah hati kita. Selain itu, selalu pantau kondisi kesehatan anak, setidaknya dengan mengukur suhu tubuhnya setiap kita berangkat kerja. Jika ia demam dan mengalami keluhan pernapasan, seperti batuk, pilek, atau sesak napas, segeralah berkonsultasi dengan dokter. (Dn)

 

 

 

 

 

Referensi :

www.alodokter.com