Tim Promkes RSST – Tahun 2020 kita semua dikejutkan oleh adanya penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Penyakit ini disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Virus penyebabnya adalah jenis Virus Corona, yang dapat memberikan gejala bahkan sindrom pernafasan yang berat. Virus ini mirip dengan yang pernah menyerang di tahun 2002 dan 2012. Virus ini awalnya hidup pada hewan liar, yang karena banyak sebab akhirnya bisa menginfeksi manusia (Andersen et al., 2020).

Penyakit ini merupakan penyakit infeksi menular sehingga kita harus mengetahui bagaimana virus tersebut menyebar dari satu orang atau benda ke orang atau benda lain. Penelitian menunjukkan bahwa virus tersebut dapat menyebar melalui droplet saluran pernafasan dan kontak langsung dengan penderita. Dasar transmisi ini yang akhirnya membuat kita harus melakukan protokol pencegahan dan pengendalian infeksi COVID-19 dalam kehidupan kita sehari-hari (Duan, 2020).

Aktivitas fisik dan olahraga merupakan dua terminologi yang berbeda. Aktivitas fisik adalah segala bentuk gerakan tubuh yang terjadi oleh karena kontraksi otot skelet / rangka yang menyebabkan peningkatan kebutuhan kalori atau penggunaan kalori tubuh melebihi dari kebutuhan energi dalam keadaan istirahat (Organization, 2018).

Olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang terencana, terstruktur, dan berkesinambungan yang melibatkan gerakan tubuh berulang dengan aturan-aturan tertentu yang ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan prestasi (Infodatin, 2015).

Melakukan aktivitas fisik pada masa pandemi COVID-19 menjadi tantangan kita bersama. Kita memiliki pilihan melakukan aktivitas fisik di rumah atau di luar rumah. Jenis aktivitas fisik yang dilakukan tergantung dari pilihan kita. Melakukan aktivitas fisik di luar rumah saat pandemi diperbolehkan asalkan memenuhi protokol kesehatan (Organization, 2020). Terdapat dua hal yang dapat kita lihat yaitu aktivitas fisik yang tetap harus dilakukan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran serta adanya pandemi yang membuat kita tidak dapat melakukan aktivitas fisik dengan leluasa seperti sebelumnya.

Berikut adalah Aktivitas fisik dapat dilakukan di berbagai situasi dan tempat antara lain :

  1. Melakukan pekerjaan rumah tangga seperti menyapu, mengepel, mencuci pakaian dan sebagainya.
  2. Bermain aktif bersama anak seperti bersepeda, kuda-kudaan, lompat tali.
  3. Menggunakan tangga sebagai ganti eskalator.
  4. Mengisi kegiatan rapat dengan selingan senam seperti senam Cerdik.
  5. Berhentilah di tempat parkir yang agak jauh dari lokasi yang dituju.
  6. Bermain di ruang terbuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
  7. Melakukan peregangan

Keterbatasan kita untuk bergerak pun terjadi saat pandemi. Kita sebaiknya berhati-hati supaya tidak ada transmisi virus padahal pergerakan tubuh sangat penting. Kita semua harus bergerak secara aktif, tidak memandang berapa usia kita. Saat berada dalam suatu posisi tertentu, contohnya duduk, harus ada waktu 3-5 menit untuk berdiri, berjalan dan melakukan peregangan. Aktivitas tersebut membantu membuat otot lebih rileks, meningkatkan sirkulasi darah dan aktivitas otot. Aktivitas fisik yang rutin dilakukan dapat membantu menurunkan tekanan darah yang tinggi, menjaga berat badan dan menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes dan beberapa penyakit lain. Aktivitas fisik dapat meningkatkan kekuatan otot dan tulang, meningkatkan keseimbangan, fleksibilitas dan kebugaran. Pada orang tua, peningkatan keseimbangan karena aktivitas fisik dapat mengurangi kejadian jatuh atau cedera. Pada anak aktivitas fisik akan mendukung tumbuh kembang yang sehat dan mengurangi risiko penyakit yang bisa terjadi. Anak-anak juga dapat mengembangkan kemampuan gerakan dan sosial saat beraktivitas fisik bersama teman-teman mereka (Organization, 2020). Terlihat bahwa adanya pandemi membuat beberapa perubahan pada sisi fisik, sosial dan mental dari manusia sedangkan Aktivitas fisik mempunyai banyak sekali manfaat untuk kepentingan kesehatan fisik, sosial dan mental, baik untuk dewasa maupun anak-anak.

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Wicaksono Arif. 2020. Aktivitas Fisik yang Aman Pada Masa Pandemi COVID-19. Departemen Anatomi Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura Pontianak. Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha. Hal 11.
  2. p2ptmkemenkesri.com