dr. Puska Primi Ardini, Sp.OG (K) – Ada mitos nih, kalau rambut janinnya lebat, maka akan menyebabkan rasa gatal pada perut ibunya, sehingga kalau digaruk, maka akan menimbulkan garis-garis kemerahan… bukan seperti itu ya… lalu apa yang sebenarnya terjadi? Simak dong…

“Tatto petir” atau istilah kedokterannya stretch mark dapat terjadi pada sebagian besar wanita, dan dianggap menjadi hal yang menyebalkan. Garis-garis stretch mark yang berwarna merah muda keunguan, akan muncul pada permukaan kulit perut, paha, dan payudara atas. Stretch mark sering kali muncul pada masa kehamilan, karena saat hamil, kulit mengalami peregangan. Sekitar 90% wanita memiliki stretch mark saat usia kehamilan bulan ke-6 atau ke-7.

Pada saat hamil, perut akan terasa sangat gatal dan kencang lalu timbul garis-garis stretch mark terutama di perut dan payudara, tetapi dapat muncul di paha, bokong, dan lengan atas. Stretch mark terjadi ketika tubuh membesar lebih cepat, tapi kulit tidak dapat mengikutinya. Hal tersebut menyebabkan serat-serat elastis di bawah permukaan kulit pecah. Banyaknya stretch mark yang muncul, tergantung pada jenis kulit anda. Sebab, sebagian orang yang berkulit lebih elastis, mungkin hanya memiliki sedikit garis-garis tersebut.

Stretch mark dapat disebabkan oleh perubahan hormon, dan kenaikan berat badan dalam kehamilan, yang mempengaruhi kulit. Selain itu, riwayat keluarga dengan stretch mark pun dapat membuat anda berisiko memilikinya.

Tahapan stretch mark saat hamil :

  • Tahap 1 : stretch mark akan tampak berwarna merah muda. Area kulit perut yang meregang juga akan terasa gatal, tipis, dan rata.
  • Tahap 2 : stretch mark akan membesar, menjadi panjang, dan lebar dengan warna kemerahan atau keunguan.
  • Tahap 3 : stretch mark kehilangan rona kemerahannya. Lalu, beberapa bulan setelah melahirkan, kondisi ini mulai memudar menjadi putih pucat atau abu-abu. Bentuk atau panjang stretch mark pun menjadi tidak beraturan.

Waktu terbaik untuk melakukan pengobatan adalah ketika stretch mark masih berwarna kemerahan. Gel yang dibuat dari campuran ekstrak bawang dan asam hialuronat, dapat membantu mengatasi stretch mark.

Gel tersebut dapat memudarkan stretch mark, setelah penggunaan setiap hari selama 12 minggu. Selain itu, anda juga dapat melakukan hal-hal berikut untuk menjaga kulit anda pada masa kehamilan.

Tips mencegah stretch mark saat hamil :

  • Membiasakan diri untuk mengonsumsi makanan sehat saat hamil, seperti buah-buahan, sayur, sereal, dan biji-bijian. Makanan seperti ini mengandung banyak nutrisi yang cukup untuk menjaga kesehatan kulit.
  • Melakukan senam hamil, untuk menjaga kulit agar tetap elastis.
  • Menggunakan lotion pada tubuh untuk membuat kulitmu terasa lebih lembab, kenyal, dan mengurangi rasa gatal.
  • Vitamin E mengandung antioksidan yang baik untuk kesehatan kulit. Mengonsumsi suplemen vitamin E atau mengoleskan krim vitamin E pada permukaan kulit, dapat menyamarkan stretch mark. Tetapi tetap dikonsultasikan dulu ke dokter.
  • Hindari makanan yang tinggi lemak, tinggi garam, dan mengandung zat kimia aditif (tambahan) seperti pengawet, karena dapat memicu terjadinya pembengkakan saat hamil.
  • Minumlah setidaknya 2 liter air setiap harinya, agar kulit menjadi lentur dan tak kurang cairan.
  • Menggunakan produk yang diformulasikan khusus untuk memaksimalkan elastisitas kulit, sesuai anjuran dokter kulit.

Jika ingin menghilangkan stretch mark, tunggulah setelah  melahirkan. Setelah melahirkan, anda dapat melakukan perawatan, termasuk dengan laser dan dermabrasi, untuk menghilangkan stretch mark.