Klaten, Rabu 22 Juni 2022 pukul 09.00, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro  (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Tata Laksana Terapi Pada Pasien Ginjal”, dengan narasumber Apt. Riske Aulia, S. Farm dari Instalasi Farmasi. Acara diselenggarakan di ruang tunggu Hemodialisa RSST.

Ginjal berperan penting sebagai penyaring dan pembuangan zat yang tidak bermanfaat serta merugikan, dikeluarkan melalui urin. Penyakit ginjal kronis, merupakan kondisi di mana terjadi penurunan fungsi ginjal secara signifikan selama beberapa waktu. Gejalanya antara lain mual dan muntah, penurunan nafsu makan, gangguan tidur, pembengkakan pada kaki, nyeri dada, peningkatan tekanan darah, badan terasa lemas, letih, gatal, sesak napas.

Penyebabnya :

  • Konsumsi obat secara berlebihan
  • Konsumsi garam berlebihan
  • Kurang minum air putih
  • Konsumsi asupan tinggi gula
  • Merokok dan minum alkohol berlebihan
  • Penyakit lain : Hipertensi dan Diabetes yang tidak terkendali

Yang perlu diperhatikan pada pasien Chronic Kidney Disease/ CKD

  1. Konsumsi obat sebaiknya :
  • Benar obat : memastikan apakah obat yang diberikan sudah benar.
  • Benar dosis : memastikan obat dan diminum sesuai instruksi dokter
  • Benar waktu : memeriksa kapan akan diberikan dan kapan terakhir kali diberikan
  • Benar cara pemberian : memeriksa label obat untuk memastikan bahwa obat tersebut dapat diberikan sesuai cara yang diinstruksikan.
  1. Konsumsi Natrium : asupan Natrium kurang dari 2000mg/ hari (maksimal satu sendok teh) yang didapat dari makanan atau minuman.
  2. Konsumsi air minum : kebutuhan cairan pada pasien CKD berbeda, berdasarkan takaran urine 24 jam + 500 ml.
  3. Konsumsi gula : apabila pasien CKD tanpa penyakit Diabetes Melitus konsumsi gula perhari 4 – 5 sendok makan, dan bila pasien CKD dengan penyakit Diabetes Melitus konsumsi gula perhari 10 % dari total energi.

Terapi yang digunakan pada pasien Chronic Kidney Disease/ CKD 

  • Pemberian Antihipertensi, tujuan terapi antihipertensi pada pasien CKD adalah menurunkan tekanan darah, mengurangi resiko penyakit jantung (CVD), dan memperlambat progresi dari CKD. Obat Antihipertensi tersebut antar lain Candesartan, Amlodipin, Lisinopril, Ramipril, Furosemid, HCT (Hydro Chloro Thiazide).

Sebaiknya jangan mengurangi atau menambah dosis obat tanpa konsultasi dengan dokter.

  • Vitamin B 12 dan Asam Folat : terapi pemulihan dan maintenance Hematopoiesis ( membuat sel darah merah ) Asam folat juga bisa mencegah kerusakan pembuluh darah.
  • CACO3 : tujuan pemberian untuk mengikat fosfat dalam darah, dan mengurangi nyeri tulang.
  • Eritropoietin Stimulating Agent : untuk mencegah anemia dan menjaga keseimbangan Hematopoiesis.
  • Terapi besi IV : tujuan pemberian untuk mencegah defisiensi besi.
  • Asam Amino Parenteral : tujuan pemberian untuk mencukupi kebutuhan protein pada pasien CKD dengan albumin kurang dari < 3 – 3,5.

Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber.

Daftar Pustaka

  1. Imastuti, Desi, 2017. Studi Penggunaan Furosemid pada Pasien CKD di RSUD Sidoarjo.
  2. ISO,2013, Informasi Spesialis Obat vol 48 Jakarta : PT ISFI penerbit