Klaten – Tuberkulosis atau sering dikenal dengan penyakit TB, khususnya TB Paru, merupakan salah satu masalah kesehatan yang mengkhawatirkan saat ini, termasuk di Indonesia. Metode yang selama ini digunakan untuk mendeteksi TB dengan cepat adalah dengan pemeriksaan mikroskopis menggunakan pewarna Ziehl Nelson. Namun metode tersebut memiliki sensitivitas yang rendah dan tidak dapat mengetahui kepekaan terhadap Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Sementara itu, metode kultur / biakan dan uji kepekaan obat digunakan untuk mengetahui kepekaan terhadap OAT, namun metode ini membutuhkan waktu yang lama. Untuk mengatasi masalah tersebut, digunakan metode pemeriksaan yang disebut Test Cepat Molekular (TCM). Fungsi TCM adalah untuk mendeteksi adanya Mycobacterium tuberculosis (MTB), yang merupakan penyebab penyakit TB, dan secara simultan mendeteksi adanya resistensi terhadap rifampisin yang merupakan salah satu OAT.

Prinsip kerja TCM adalah dengan metode deteksi molekuler.

Kelebihan TCM :

  • Cepat (sekitar 2 jam)
  • Sensitivitas dan spesifisitas yang lebih baik
  • Dapat mendeteksi adanya bakteri MTB sekaligus resistensi terhadap rifampisin

Biaya pemeriksaan TCM saat ini masih gratis, karena merupakan salah satu program pemerintah dalam menanggulangi Tuberkulosis (TB). Sedangkan untuk alur pemeriksaan TCM, yaitu membawa rujukan dan formulir permintaan pemeriksaan TCM dari puskesmas. Spesimen yang dapat digunakan untuk pemeriksaan TCM pada pasien yang dicurigai TB paru adalah dahak (sputum), sputum induksi, bilasan lambung atau feses.

dr. Hesti Lusinta, Sp.MK; dokter spesialis mikrobiologi klinik di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten (RSST) menjadi narasumber dalam live talkshow kesehatan di Radio Candi Sewu Klaten pada Rabu, 15 Januari 2020 pukul 10.00 – 11.00 WIB dengan tema “Tes Kesehatan dengan Tes Cepat Molekuler (TCM)”.

Talkshow kesehatan berlangsung selama 60 menit dengan metode dialog interaktif. Masyarakat dapat mengajukan pertanyaan seputar tema kepada narasumber melalui line telepon, WA maupun SMS ke nomor Radio Candi Sewu Klaten.

Talkshow kesehatan terbagi menjadi 6 (enam) segmen. Dari mulai segmen 3 (tiga) hingga segmen 5 (lima), ada 4 (empat) sobat pendengar talkshow kesehatan di Radio Candi Sewu Klaten yang mengajukan pertanyaan seputar tema ini.

Dalam talkshow kesehatan ini, dr. Hesti Lusinta, Sp.MK juga menyampaikan pesan kesehatan kepada seluruh pendengar agar tidak menggunakan obat antibiotik secara sembarangan. Jika membeli harus menggunakan resep dan sesuai petunjuk dari dokter, karena jika salah dalam menggunakan dapat mengakibatkan resistensi terhadap bakteri penyebab sakit.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan bahwa di Laboratorium Mikrobiologi RSST sudah dapat melayani pemeriksaan TCM (Tes Cepat Molekular). Layanan yang dapat dilakukan antara lain yaitu :

  • Pemeriksaan mikroskopis untuk bakteri dan jamur.
  • Biakan bakteri dan jamur.
  • Uji kepekaan terhadap antibiotik dan anti jamur.
  • TCM (Tes Cepat Molekular).