Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Komnas Perlindungan Anak (PA) Indonesia di tahun 2018 sejauh ini telah mencatat setidaknya terdapat 965 kasus pelanggaran hak anak sepanjang Januari hingga Juni. Jumlah ini terbilang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Parahnya lagi, dari 965 kasus tersebut, 52% didominasi oleh kejahatan seksual. Maraknya kejahatan seksual terhadap anak seringkali muncul akibat kurangnya kewaspadaan.

Harusnya anak memang diajarkan pengetahuan dan keterampilan dalam menjaga dirinya dari kejahatan seksual sejak dini. Pendidikan seksual tidak lagi boleh dianggap tabu. Misalnya bagian tubuh apa saja yang tidak boleh dipegang oleh orang lain. Dan juga diajarkan bagaimana keterampilan menyampaikan atau mengadukan masalah yang dihadapinya.

Sebagai salah satu upaya edukasi kepada masyarakat umum, khususnya terkait upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dan Tim P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyampaikan materi seputar fakta kekerasan seksual terhadap anak, dampak, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah tindak kekerasan seksual pada anak pada program Talkshow Komunitas di Radio Candi Sewu Klaten pada Sabtu, 27 April 2019 pukul 17.00 – 18.00 WIB dengan narasumber Dra. Karni.

Selain terkait kekerasan seksual pada anak, disampaikan juga mengenai HIV/AIDS yang akhir-akhir ini kasusnya juga banyak ditemukan di Wilayah Klaten. Sebagai perwakilan dari Konselor HIV/AIDS RSST, hadir narasumber Elly Rusmawarti Sunardji, SST yang menyampaikan materi seputar HIV/AIDS, Bagaimana Perhimpunan Konselor HIV/AIDS dan cara bekerjanya.

Sebagai perwakilan dari Instalasi Pemasaran dan Humas, Doni Ari Wibowo, AMd juga menyampaikan mengenai bagaimana alur visum di RSST dan pengembangan pelayanan baru seperti sentralisasi kassa / penata rekening di RSST. Kegiatan berlangsung selama 60 menit dengan metode dialog interaktif. Banyak pendengar radio yang aktif dan mengajukan pertanyaan seputar materi kepada narasumber melalui line telephone, WA, dan juga SMS.