Posted by Sub Bagian Hukormas at Februari 5, 2021 2:10 pm Informasi Rumah Sakit

Klaten – Pada hari Selasa, 2 Februari 2021, Direktur Utama dr. Endang Widyaswati, M.Kes beserta jajaran direksi dan pejabat Rumah sakit meresmikan dibukanya pelayanan Neonatal Intensive Care Unit atau NICU di Gedung Bedah Sentral Terpadu (GBST) Lantai 2 RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro. Dihadiri oleh jajaran struktural dan tamu undangan, Soft Opening NICU diselenggarakan secara sederhana dimulai dengan pembukaan, laporan Kepala Instalasi Kesehatan Anak, sambutan dan arahan Direktur Utama, , pembacaan doa dan pemotongan tumpeng serta pengguntingan buntal rangkaian melati, yang dilanjutkan peninjauan fasilitas. Kepala Instalasi Kesehatan Anak, dr. Arif Hendiarsa, M.Sc, Sp.A melaporkan bahwa pembangunan NICU merupakan tahapan pengembangan layanan unggulan RSST yaitu Layanan Pediatric Terpadu. NICU berada di GBST terpadu Lantai 2 dengan luasan ± 1100 M2, dengan fasilitas 11 TT untuk NICU level 2, 24 TT NICU level 3, 6 TT di ruang isolasi, serta sarana prasarana pendukung lainnya yang memenuhi standar. “Kami berharap bahwa dengan fasilitas pelayanan NICU yang sudah sangat memdahi ini untuk selanjutnya diiringi dengan peningkatan kualitas dan kuantitas SDM yang diperlukan sesuai standar pula.” tutup dr. Arif dalam laporannya.

Sementara itu, Direktur Utama RSST dalam sambutannya memanjatkan syukur karena target pembangunan tahap kedua Gedung GBST bisa terpenuhi walaupun pelaksanaannya tidak sesuai dengan perencanaan awal. Direktur Utama mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah bekerja keras untuk mewujudkan rencana ini. Selanjutnya beliau berharap semoga dengan terwujudnya gedung NICU ini bisa memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakan klaten dan sekitarnya. “PR selanjutnya adalah bagaimana dengan fasilitas yang sudah ada, RSST dapat berkontribusi dalam rangka menurunkan angka kematian bayi baik di Klaten maupun Jawa Tengah, mencapai angka di atas standar nasional, sehingga secara nasional, salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) 2015 – 2030 adalah  menurunkan Angka Kematian Neonatus (AKN), serta menurunkan stunting dan wasting pada balita dapat tercapai.” pungkas dr. Endang Widyaswati, M.Kes.

Setelah sambutan dan arahan Dirut RSST, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh dr. Muh. Syafak Hanung, Sp. A, MPH, dilanjutkan dengan pemotongan buntal bunga melati oleh dirut RSST dan kemudian tinjauan fasilitas NICU yang dipandu oleh ketua KSM Anak RSST dr. Samad, MSC, Sp. A (K)