Klaten – Negara maju maupun negara berkembang termasuk di Indonesia, penyakit jantung koroner menjadi penyebab utama dan pertama kematian. Pada tahun 2010 penyakit ini secara global menjadi penyebab pertama kematian di negara berkembang menggantikan kematian akibat penyakit infeksi. Peningkatan prevalensi penyakit ini terkait dengan meningkatnya berbagai faktor risiko penyakit jantung koroner serta perubahan gaya hidup yang tidak sehat.

Penyakit jantung koroner didefinisikan oleh American Heart Association (AHA) sebagai istilah umum untuk penumpukan plak di arteri jantung yang dapat menyebabkan serangan jantung. Penumpukan plak pada arteri koroner ini disebut dengan aterosklerosis. Serangan jantung pada hakikatnya adalah keadaan dimana jantung tidak cukup oksigen / kekurangan oksigen, sehingga membuat otot jantung mati. Gejala paling umum adalah nyeri dada.

Semua informasi tersebut disampaikan Ibu Ratri Oktavianingsih, Perawat Ruang Intensif (ICCU) RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) dalam siaran Ruang Kesehatan Radio Siaran Publik Daerah (RSPD) Klaten pada hari Rabu, 25 September 2019. Tema tersebut diambil dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia yang diperingati setiap tanggal 29 September. Selain penjelasan di atas, beliau juga menyampaikan gejala dan tanda dari penyakit jantung koroner, penyebab utama, faktor risiko, klasifikasi, pencegahan, serta tips menangani serangan jantung.

Diharapkan masyarakat yang mendengarkan siaran radio dengan channel 91.6 FM ini dapat mengetahui serta memahami penyakit jantung koroner beserta tanda dan gejalanya, apa yang harus dilakukan jika ada anggota keluarga yang mengalami serangan jantung. Narasumber menyampaikan hal yang harus dilakukan jika ada keluarga yang mengalami serangan jantung, di antaranya jangan panik dan kurangi bicara, menghubungi segera fasilitas pelayanan kesehatan atau di nomor 118, sembari menunggu bantuan datang berikan aspirin 300 mg, monitor pasien tekanan darah, dan respon pasien.

Selain Ibu Ratri, siaran radio Ruang Kesehatan juga menghadirkan narasumber dari Instalasi Pemasaran dan Humas, Bapak Doni Ari Wibowo yang menyampaikan informasi terkait Implementasi Green Hospital. Materi yang disampaikan mengenai prinsip ramah lingkungan di rumah sakit, aspek-aspek penerapan green hospital, serta keuntungan penerapan rumah sakit ramah lingkungan. Sekilas disampaikan, RSST telah menerapkan rumah sakit yang ramah lingkungan, di antaranya dengan melakukan aksi nyata seperti membuat taman-taman hijau, mengurangi sampah plastik dengan menggunakan tempat minum yang tidak sekali pakai, dan lain-lain.