Klaten – Hari AIDS Sedunia diperingati setiap tanggal 1 Desember. Tujuan perlu ditetapkannya peringatan ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dunia terhadap wabah AIDS yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV. Pada peringatan tahun ini, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro melalui Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit turut berpartisipasi dalam pelaksanaan Kampanye Peringatan HIV/AIDS Sedunia. Salah satu kegiatannya adalah dengan penyuluhan kesehatan di radio. Radio Siaran Publik Daerah (RSPD) Kabupaten Klaten menjadi sarana penyampaian informasi kepada masyarkat tentang pentingnya mengetahui HIV/AIDS dan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap penyakit ini, dengan menjauhi penyakitnya dan peduli kepada ODHA (Orang Dengan HIV AIDS).

Penyuluhan kesehatan berdurasi kurang lebih 40 menit ini menghadirkan narasumber dra. Karni sebagai Psikolog yang terjun sebagai Konselor dalam Tim VCT (Voluntery Conceling and Testing) RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, dengan mengusung tema “Aku Bangga Aku Tahu Informasi HIV/AIDS.

Dalam paparannya, beliau menyampaikan informasi seputar HIV/AIDS secara gamblang. Di antaranya pengertian HIV/AIDS yang sering masyarakat dengar tetapi belum mengetahui arti dan perbedaannya.

Masyarakat sering sekali mendengar istilah HIV. Namun belum semuanya mengetahui apa sebenarnya HIV tersebut. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus penyebab AIDS yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan segala serangan penyakit.

Pada saat kekebalan tubuh kita mulai lemah, maka timbulah masalah kesehatan. Gejala yang umumnya timbul antara lain demam, batuk, atau diare terus menerus. Kumpulan gejala penyakit akibat lemahnya sistem kekabalan tubuh inilah yang disebut AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Walaupun begitu, tertular HIV (atau menjadi HIV positif) bukan berarti langsung sakit. Seseorang bisa hidup dengan HIV di dalam tubuhnya bertahun-tahun lamanya tanpa merasa sakit atau mengalami gangguan kesehatan yang berat. Lamanya masa sehat ini sangat dipengaruhi oleh bagaimana seseorang menjalani pola hidup dalam menjaga kesehatan.

AIDS termasuk salah satu penyakit mematikan bagi manusia di seluruh dunia. Hingga saat ini, belum ada hasil uji klinis resmi dari otoritas berwenang mengenai penemuan obat atau vaksin untuk menyembuhkan AIDS. Yang paling mungkin dilakukan adalah pencegahan, agar HIV tidak semakin menyebar.

HIV hidup di semua cairan tubuh, tetapi hanya bisa menular melalui cairan tubuh tertentu, yaitu : darah, cairan bersama sperma (cairan semen), cairan vagina, dan ASI (Air Susu Ibu).

Kegiatan yang dapat menularkan HIV di antaranya, hubungan seks tidak aman dan berisiko, penggunaan jarum suntik / tindik / tato / yang tidak steril secara bergantian, tindakan medis yang memakai peralatan yang tidak steril, penerimaan tranfusi darah yang mengandung HIV, Ibu HIV-positif pada bayinya, waktu dalam kandungan ketika melahirkan atau menyusui.

Sedangkan HIV tidak menular melalui bersentuhan, berciuman, bersalaman dan berpelukan, peralatan makan dan minum bergantian, terpapar batuk atau bersin, penggunaan kamar mandi yang sama, berenang di kolam renang yang sama, gigitan nyamuk / serangga, tinggal serumah bersama ODHA (Orang Dengan HIV). Namun dengan melihat kondisi saat ini kita sedang berada dalam masa pandemi COVID-19 yang mana kita harus menjaga jarak dengan orang lain, maka protokol kesehatan tetap tidak boleh diabaikan.

Bagaimana cara pencegahan, bagaimana tanda orang yang tertular HIV, bagaimana proses HIV menjadi AIDS juga dijelaskan secara jelas oleh narasumber. Beliau juga menyampaikan bahwa pengobatan HIV dengan menggunakan ARV (Anti Retro Viral), bagaimana fungsi obat ini sebagai obat yang dapat menekan jumlah virus dalam darah sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup ODHA serta dapat mencegah penularan.

Pesan untuk masyarakat yang sudah terlanjur tertular HIV hingga dukungan untuk ODHA disampaikan narasumber sebagai penutup sharing informasi kepada seluruh masyarakat pendengar setia RSPD Kabupaten Klaten.