PKRS RSST – Kaki terasa nyeri… Nyeri sendi tak tertahankan disertai panas di sendi… Muncul bengkak tidak hanya terjadi di sendi, tapi bisa juga di sekitar sendi…

Seperti yang kita ketahui, nyeri sendi dan muncul bengkak di sendi maupun sekitarnya merupakan salah satu gejala yang timbul akibat penyakit asam urat yang dikenal juga sebagai gout.

Terlihat sepele, tapi jangan abai…

Penyakit asam urat atau dalam dunia medis disebut penyakit pirai atau penyakit gout (arthritis gout) adalah penyakit sendi yang disebabkan oleh tingginya asam urat di dalam darah. Kadar asam urat yang tinggi di dalam darah melebihi batas normal menyebabkan penumpukan asam urat di dalam persendian dan organ tubuh lainnya. Penumpukan asam urat inilah yang membuat sendi sakit, nyeri, dan meradang.

Asam urat merupakan hasil metabolisme normal dari pencernaan protein (terutama dari daging, hati, ginjal, dan beberapa jenis sayuran seperti kacang dan buncis) atau dari penguraian senyawa purin yang seharusnya akan dibuang melalui ginjal, feses, atau keringat.

Asam urat merupakan salah satu dari beberapa penyakit yang sangat membahayakan, karena bukan hanya mengganggu kesehatan tetapi juga dapat mengakibatkan cacat pada fisik.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar asam urat dalam darah adalah :

  • Faktor keturunan
  • Jenis kelamin
  • Konsumsi pangan yang kaya akan purin
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Obesitas
  • Gangguan ginjal yang mengakibatkan terhambatnya pembuangan purin
  • Penggunaan obat tertentu yang dapat meningkatkan kadar asam urat

Asupan purin merupakan faktor utama yang berhubungan dengan kadar asam urat darah. Dimana, semakin tinggi pemasukan zat purin, maka asam urat juga semakin meningkat.

Sendi-sendi yang di serang terutama adalah jari-jari kaki, dengkul, tumit, pergelangan tangan, jari tangan dan siku. Selain nyeri, penyakit asam urat juga dapat membuat persendian membengkak, meradang, panas dan kaku sehingga penderita tidak dapat melakukan aktivitas seperti biasanya.

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan :

  1. Menghindari makanan memiliki zat purin tinggi / diet rendah purin.

Untuk mencegah serangan asam urat atau mengembalikan dan menjaga kadar asam urat dalam darah tetap normal, diperlukan pengaturan pola makan / diet rendah purin. Diet rendah purin perlu dilakukan agar kadar asam urat dalam darah tidak melebihi batas normal.

Berikut ini beberapa bahan makanan tinggi purin yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara berlebihan atau terlalu sering karena bisa menjadi penyebab asam urat, antara lain yaitu : jeroan (otak, hati, jantung, ginjal), kaldu, bebek, sarden, kornet, kerang, remis, alkohol, tape, durian, dan lain sebagainya). Selain itu, beberapa bahan makanan yang mengandung purin sedang juga perlu diwaspadai seperti : daging sapi, ayam, ikan (kecuali yang mengandung purin tinggi), dan udang.

  1. Perbanyak minum air putih

Asupan air yang cukup membantu tubuh mengeluarkan asam urat berlebih dari darah, membuangnya ke dalam urin.

  1. Tidak mengonsumsi minuman beralkohol

Alkohol merupakan pemicu umum untuk penyakit asam urat. Itu karena tubuh dapat memprioritaskan pengeluaran alkohol daripada menghilangkan asam urat, sehingga membiarkan asam urat menumpuk dan membentuk kristal.

  1. Minum kopi secukupnya
  2. Konsumsi buah yang memiliki antioksidan tinggi
  3. Menghindari obesitas
  4. Rutin berolahraga

Olahraga tidak hanya dapat membantu mempertahankan berat badan yang sehat, tetapi juga menjaga kadar asam urat tetap normal. (Hn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Sutanto, Teguh. 2013. Asam Urat. Buku Pintar : Yogyakarta.
  2. Sustrani L, Syamsir A, & Iwan H. 2008. Asam Urat, Informasi Lengkap untuk Penderita dan Keluarganya, Edisi 6. PT Gramedia Utama : Jakarta.
  3. Asaidi, M. 2010. Waspadai Asam Urat. Diva Press : Yogyakarta.
  4. Utami, Fadillah. 2010. Hidup Sehat Tanpa Diabetes dan Asam Urat. Genius Publisher : Yogyakarta.
  5. Nurhamidah dan Selpi Nofiani. 2015. Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Asam Urat. Program Studi D-III Gizi STIKes Perintis Padang.
  6. Nurhayati. 2018. Hubungan Pola Makan Dengan Terjadinya Penyakit Gout (Asam Urat). STIKes Widya Nusantara Palu. Jurnal KESMAS, Vol. 7 No. 6, 2018.