PKRS RSST – Tenaga kesehatan sudah banyak yang menerima vaksin COVID-19 Sinovac. Begitupun tenaga kesehatan (nakes) di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST). Mulai Senin, 25 Januari 2021 RSST melaksanakan vaksinasi COVID-19 bagi seluruh civitas hospitalia dimulai dari Direksi.

Setelah disuntik vaksin, para penerima vaksin harus menunggu selama 30 menit lebih dulu sebelum kembali / pulang.

Mengapa demikian?

Penerima vaksin harus menunggu selama 30 menit setelah disuntik. Waktu menunggu 30 menit dilakukan untuk mengobservasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Menurut WHO, KIPI adalah setiap kejadian medis yang tidak diinginkan, yang terjadi setelah pemberian imunisasi.

KIPI dapat terjadi dengan menimbulkan gejala sedang hingga berat. Gejala berat termasuk sangat jarang terjadi. Namun, salah satu gejala berat yang diantisipasi adalah reaksi syok anafilaktik.

Reaksi syok anafilaktik adalah reaksi alergi berat yang menyebabkan penurunanan tekanan darah secara drastis sehingga menyebabkan sulit bernapas bahkan kehilangan kesadaran. Reaksi ini biasanya terjadi dalam waktu singkat hingga 30 menit setelah disuntik vaksin. Setelah lewat dari 30 menit, reaksi ini biasanya tidak terjadi lagi dan penerima vaksin dapat beraktivitas seperti biasa.

Itulah penyebab mengapa penerima vaksin harus menunggu 30 menit terlebih dahulu sebelum pulang.

Akan tetapi masyarakat penerima vaksin tidak perlu khawatir karena dokter dan ahli medis / petugas vaksin yang menyuntikkan vaksin sudah dilengkapi dengan anafilaktik kit untuk menangani reaksi alergi tersebut.

Selain itu, setiap fasilitas kesehatan penyelenggara vaksinasi juga wajib melakukan pencatatan dan pelaporan KIPI yang terjadi. Laporan ini bersifat dalam jangka waktu kapanpun bahkan hingga empat tahun.

Adanya program vaksinasi yang telah berjalan saat ini, tidak lantas membuat kita lengah menjalankan protokol kesehatan. Proses vaksinasi harus diikuti dengan pelaksanaan 3M dan 3T. (Hn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.
  2. WHO. 2021. Dasar-dasar Keamanan Vaksin.
  3. https://covid19.go.id/