Senam Asma

dr. Zakiah Novianti, Sp.P, M.Kes – Senam Asma merupakan salah satu pilihan olah raga yang tepat bagi penderita asma. Karena senam asma bermanfaat untuk meningkatkan kesegaran jasmani dan juga meningkatkan kemampuan benapas.

Senam asma juga merupakan salah satu cara meningkatkan kualitas hidup pada penderita asma serta merupakan salah satu penunjang pengobatan asma karena keberhasilan pengobatan asma tidak hanya ditentukan oleh obat asma yang dikonsumsi, namun juga faktor gizi dan olah raga. Bagi penderita asma, olah raga diperlukan untuk memperkuat otot-otot pernapasan.

Manfaat dan Tujuan Senam Asma

  • Melatih cara bernapas yang benar.
  • Melenturkan dan memperkuat otot pernapasan.
  • Melatih ekspektorasi yang efektif.
  • Meningkatkan sirkulasi darah.
  • Mempercepat asma yang terkontrol.
  • Mempertahankan asma yang terkontrol.
  • Meningkatkan kualitas hidup.

Rangkaian senam asma pada prinsipnya untuk melatih memperkuat otot-otot pernapasan agar penderita asma lebih mudah melakukan pernapasan dan ekspektorasi.

Senam asma sebaiknya dilakukan rutin 3-4 kali seminggu dan setiap kali senam ± 30 menit. Senam asma akan memberikan hasil bila dilakukan selama 6-8 minggu.

Senam asma tidak berbeda dengan senam pada umumnya. Berikut rangkaian senam asma :

  1. Doa

Mengaktifkan sistem limbik di otak sehingga dapat menghilangkan stres dan menerangkan tubuh.

  1. Pemanasan

Dimulai dengan gerakan pemanasan selama 5 menit dan peregangan selama 7 menit bertujuan agar otot-otot tidak langsung digunakan secara berlebihan.

  1. Gerakan Inti

Latihan Inti A Selama 10 Menit :

Bertujuan untuk melatih cara bernapas yang efektif bagi penderita asma. Dengan cara menarik napas dan mengeluarkan napas. Gerakan menarik napas dimulai dari hidung dan dikeluarkan lewat mulut seperti meniup lilin. Waktu yang diperlukan menarik napas lebih pendek daripada mengeluarkan napas. Teknik bernapas dalam dan lambat dapat menurunkan kecemasan.

Gerakan Inti B Selama 10 Menit :

Bertujuan untuk merelaksasi otot-otot pernapasan. Dengan irama yang ritmis, otot-otot akan menjadi santai, sehingga mempermudah pernapasan dan ekspektorasi.

  1. Aerobik

Aerobik dilakukan supaya tubuh dapat menghasilkan pembakaran O2 tinggi untuk meningkatkan hembusan napas. Dan disesuaikan dengan kondisi dan usia peserta senam asma.

  1. Pendinginan

Dalam pendinginan, dilakukan gerakan-gerakan lambat agar otot-otot kembali seperti keadaan semula yaitu dengan menggerakkan tangan sambil menarik napas pelan-pelan.

Senam asma tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada syarat-syarat bagi mereka yang akan melakukan senam asma, yaitu : tidak dalam serangan asma, sesak dan batuk, tidak dalam serangan jantung, dan tidak dalam keadaan stamina menurun akibat flu atau kurang tidur dan baru sembuh.