Tim Humas RSST – Pandemi Virus Corona di Indonesia masih sangat mengkhawatirkan. Dan dari beberapa waktu yang lalu kasus positif Virus Corona cenderung meningkat. Terkait hal ini, melalui Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, menerapkan pola hidup sehat dan mentaati protokol kesehatan dengan baik dan benar.

Dan Melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020, pemerintah juga mengatur terkait pencegahan dan pengendalian Virus Corona di tempat kerja. Dalam Kepmenkes tersebut, perusahaan wajib menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kerja selama adaptasi kebiasaan baru.

Selain itu, pemerintah mengeluarkan surat edaran untuk mengatur jam kerja menjadi 2 (dua) gelombang. Adapun peraturan tersebut berdasarkan Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pengaturan Jam Kerja pada Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat yang Produktif Aman dari COVID-19 di Wilayah Jabodetabek. Pembagian kerja ini juga disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan COVID-19 dalam konferensi pers.

Terkait jam kerja, manajemen juga bertugas membagi mana pekerja yang perlu bekerja dari kantor dan yang bisa bekerja secara work from home. Bagi pekerja yang harus tetap bekerja dari kantor, manajemen diharuskan untuk menerapkan self assessment risiko COVID-19 guna memastikan pekerja dalam kondisi sehat dan negatif COVID-19. Jika terdapat kasus positif, perusahaan tidak boleh memperlakukan sebagai suatu stigma.

Sehingga untuk memutus rantai penyebaran COVID-19, manajemen perusahaan juga perlu melakukan pemantauan dan pembaruan perkembangan informasi tentang COVID-19 di wilayahnya. Manajemen juga perlu membentuk tim penanganan COVID-19 di tempat kerja meliputi pimpinan, bagian kepegawaian, bagian K3, dan petugas kesehatan.

Selain aturan jam kerja dan kebersihan kantor, perusahaan perlu mengatur asupan nutrisi makanan bagi pekerja. Sesuai dengan Kepmenkes, perusahaan dapat memberikan asupan suplemen vitamin C kepada pekerja baik berupa buah-buahan atau suplemen. (Dn)

 

 

 

 

 

Referensi :

www.detikhealth.com