Sehat dan Bahagia Bersama Lockdown

Dr. dr. Budi Santoso, M.Sc, Sp.THT-KL – Kasus COVID-19 di Indonesia akhir-akhir ini menunjukkan tren meningkat sangat pesat, terutama sejak ditemukan varian delta dari India. Sudah banyak wacana agar dilakukan lockdown agar penularan berkurang dan fasilitas pelayanan kesehatan tidak kolaps. Kata lockdown diwacanakan sesuatu yang sangat menakutkan, mengerikan, tetapi bagi saya lockdown itu menyehatkan dan membahagiakan untuk semua masyarakat. Menyehatkan karena sangat kecil kemungkinan potensi terpapar COVID-19, semua serentak di rumah saja. Membahagiakan karena bisa berkumpul bersama keluarga di rumah, waktu banyak digunakan untuk beribadah, sementara makan dijamin 3 kali sehari oleh pemerintah, melalui dapur umum di setiap RT.

Tujuan :

  1. Mengobati pasien COVID-19 baik isoman maupun di fasilitas kesehatan sampai sembuh total.
  2. Mematikan virus COVID-19 baik di rumah, perkantoran, pabrik, lingkungan, dan lain-lain.
  3. Memutus rantai penularan COVID-19 disebabkan oleh adanya interaksi antar manusia.

Pembiayaan :

Misal ada satu juta RT se Indonesia, dan tiap RT diberi dana Rp 2 juta per hari, selama 14 hari cukup disediakan dana Rp 28 Triliun oleh pemerintah pusat.

Tata Cara Pelaksanaan :

  1. Lockdown selama 14 hari, warga dilarang keluar rumah kalau tidak ada keperluan emergensi seperti berobat, tugas terkait kebutuhan esensial / COVID-19, atau lain dengan surat instansi atau RT.
  2. Walaupun di rumah saja, tetap taat prokes, untuk menghindari penularan dalam keluarga.
  3. Tiap RT bisa dilakukan penutupan portal satu pintu masuk keluar, dilarang bertamu.
  4. Optimalkan jogo tonggo untuk ketaatan warga terhadap prokes, dan kepentingan lainnya.
  5. Fasilitas umum non-esensial tutup, fasilitas esensial tetap buka, prokes ketat dan batasi petugas yang berkerja di fasilitas umum tersebut, diutamakan sudah divaksin. Penegakan hukum oleh petugas.
  6. Ada dapur umum tiap RT.
  7. Ada gudang penyimpanan sembako dan kebutuhan lain tiap RT, cukup untuk 2 minggu atau lebih, sesuai kesepakatan warga.
  8. Pemerintah pusat memberi dana 2 juta perhari tiap RT untuk keperluan dapur umumnya.
  9. Menugaskan bulog, perusahaan sembako, dan lain-lain untuk memastikan kecukupan pasokan sembako dan kebutuhan lainnya ke tiap RT selama minimal 2 minggu.
  10. Warga bisa bergotong royong menambah dana apabila diperlukan menu yang lebih lengkap / spesial.
  11. Dapur umum menyediakan makan sehari 3 kali bagi tiap warga, dikirim ke rumah warga dengan protokol kesehatan ketat oleh petugas dapur umum RT.
  12. Kebutuhan makanan ternak, bisa diambilkan dari dana tersebut, atau hewan ternaknya dibeli untuk dibuat lauk.
  13. Lakukan evaluasi, kalau perlu lockdown diperpanjang 14 hari periode kedua, apabila masih ditemukan banyak kasus baru, terutama klaster keluarga.