PKRS RSST – Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

DBD masih menjadi persoalan di Indonesia karena angka morbiditas DBD sekarang belum mencapai target pemerintah yaitu kurang dari 49 per 100.000 penduduk.

Vektor DBD adalah nyamuk Aedes aegypti. Aedes akan berkembangbiak pada air yang tergenang dan tidak beralaskan tanah. Aedes dapat bertelur sebanyak 100-200 telur setiap kali bertelur. Perkembangan telur hingga menjadi nyamuk Aedes dewasa membutuhkan waktu 7-10 hari.

Angka kejadian DBD yang terus meningkat ditambah dengan siklus hidup Aedes sebagai vektor DBD yang cepat adalah alasan pentingnya melakukan tindakan pengendalian vektor. Tindakan tersebut dimaksudkan untuk menciptakan kondisi yang tidak sesuai bagi perkembangan vektor yaitu nyamuk Aedes aegypti. Hal ini dikarenakan vektor berperan sebagai media transmisi penyakit DBD yang menghantarkan virus dengue ke tubuh manusia sebagai host sehingga terjadi penyakit DBD. Apabila jumlah Aedes aegypti sebagai vektor DBD ditekan maka jumlah media transmisi DBD menjadi minimal. Hasil yang diharapkan adalah penurunan jumlah kejadian DBD.

Berikut adalah gejala pada penyakit DBD diawali dengan :

  1. Demam tinggi
  2. Mengalami pendarahan
  3. Syok
  4. Lemah, mual-mual, muntah, sakit perut, kejang, dan sakit kepala.
  5. Perdarahan pada hidung dan gusi.
  6. Rasa sakit pada otot dan persendian, timbul bintik-bintik merah pada kulit.

Orang yang berisiko terkena DBD adalah anak-anak berusia di bawah 15 tahun dan sebagian besar tinggal di lingkungan yang lembab. Penyakit DBD sering terjadi di daerah tropis dan muncul pada musim penghujan.

Sedangkan penularan DBD terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti / Aedes albopictus betina yang pada sebelumnya telah membawa virus dalam tubuhnya dari penderita demam berdarah lain.

Di antara upaya yang dapat melindungi keluarga dari serangan gigitan nyamuk Aedes aegypti yang dapat menularkan penyakit DBD dengan rajin membudayakan pemberantasan sarang nyamuk / PSN.

Pemerintah Indonesia melalui Dinas Kesehatan telah mensosialisasikan kepada masyarakat tentang upaya pengendalian vektor DBD yang dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat di rumah. Program tersebut dikenal dengan sebutan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menutup, menguras dan mendaur ulang, Plus (PSN 3M Plus). Pemberantasan Sarang Nyamuk 3M Plus memberikan penjelasan tentang perilaku menghilangkan sarang nyamuk vektor DBD dan langkah untuk mengurangi kontak atau gigitan nyamuk Aedes aegypti. Mengingat bahwa sarang nyamuk Aedes aegypti banyak terdapat di dalam rumah sehingga tindakan ini perlu dilakukan oleh masyarakat untuk menekan angka kejadian DBD.

Pemberantasan sarang nyamuk 3M Plus adalah salah satu contoh perilaku hidup sehat karena berkaitan dengan upaya pencegahan penyakit dengan memutus rantai penularan DBD. Pemberantasan sarang nyamuk 3M Plus hendaknya dilaksanakan secara simultan dan terus-menerus oleh seluruh masyarakat.

Pencegahan penyakit DBD sangat tergantung pada pengendalian vektornya yaitu nyamuk Aedes aegypti. Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang tepat baik secara lingkungan, biologis maupun secara kimiawi yaitu :

  1. Lingkungan

Metode lingkungan untuk mengendalikan nyamuk antara lain dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk / PSN dan pengelolaan sampah padat.

Pemberantasan Sarang Nyamuk / PSN pada dasarnya merupakan pemberantasan jentik atau mencegah agar nyamuk tidak berkembangbiak dapat dilakukan dengan :

  • Menguras bak mandi dan tempat-tempat penampungan air sekurang-kurangnya seminggu sekali.
  • Menutup rapat tempat penampungan air seperti tempayan, drum dan tempat air lain.
  • Mengganti air pada vas bunga dan tempat minum burung setidaknya seminggu sekali serta membersihkan penampung air lemari es.
  • Membersihkan pekarangan dan halaman rumah dari barang-barang bekas terutama yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya jentik-jentik nyamuk seperti sampah kaleng, botol pecah dan ember plastik.
  • Munutup lubang-lubang pada pohon dengan menggunakan tanah.
  • Membersihkan air yang tergenang di atap rumah serta membersihkan salurannya kembali jika salurannya tersumbat oleh sampah-sampah dari daun.
  1. Biologis

Pengendalian secara biologis adalah pengendalian perkembangan nyamuk dan jentik dengan menggunakan hewan atau tumbuhan.

  1. Kimiawi

Pengendalian secara kimiawi merupakan cara pengendalian serta pembasmian nyamuk dengan menggunakan bahan kimia dengan cara pengasapan / fogging.

Cara yang paling mudah namun efektif dalam mencegah penyakit DBD adalah dengan mengkombinasikan cara-cara di atas yang sering kita sebut dengan istilah 3M plus yaitu dengan menutup tempat penampungan air, menguras bak mandi dan tempat penampungan air sekurang-kurangnya seminggu sekali serta menimbun sampah-sampah dan lubang-lubang pohon yang berpotensi sebagai tempat perkembangan jentik-jentik nyamuk. Di samping itu dapat dilakukan dengan melakukan tindakan plus seperti memelihara ikan pemakan jentik-jentik nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memasang kelabu, menyemprot dengan insektisida, menggunakan repellent (fogging), memasang obat nyamuk, memeriksa jentik nyamuk secara berkala serta tindakan lain yang sesuai dengan kondisi setempat. (Tn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Priesley Fuka, Mohamad Reza, dan Self Renita Rusjdi. 2018. Hubungan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan Menutup, Menguras dan Mendaur Ulang Plus (PSN M Plus) Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Andalas. Prodi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang, Bagian Biologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Korespondensi. Jurnal Kesehatan Andalas; 7 (1), hlm. 124-126. Diakses dari http://jurnal.fk.unand.ac.id.
  2. https://tasikmalaya.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-061017845/cegah-dbdrajin-budayakan-pemberatasan-sarang-nyamuk-di-musim-hujan-jadi-solusiutama?page=3
  3. http://dikes.badungkab.go.id/puskesmaskutasatu/artikel/read/80/PencegahanDemam-Berdarah-Melalui-Metode-Pemberantasan-Sarang-Nyamuk–PSN-.html
  4. https://dinkesjatengprov.go.id/