Klaten – Di era globalisasi seperti sekarang ini, banyak remaja yang sudah terlanjur terjerumus pada hal-hal negatif. Era globalisasi ini ibaratnya kebebasan dari segala aspek, banyak kebudayaan-kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia, dan tidak cocok dengan kebudayaan bangsa kita. Sebagai contohnya maraknya kasus free sex pada kalangan remaja / pelajar. Pada saat ini, kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Para remaja dengan bebas dapat bergaul antar jenis. Tidak jarang kita jumpai pemandangan di tempat-tempat umum, para remaja saling berpelukan mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya. Sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa remaja.

Remaja sendiri dapat diartikan sebagai generasi penerus bangsa, yang diharapkan di masa depan mampu meneruskan kepemimpinan Bangsa Indonesia agar lebih baik. Seharusnya perlu diadakan pengetahuan tentang bahaya dari perilaku-perilaku yang negatif di antaranya : minuman keras, mengkonsumsi obat terlarang, sex bebas, dan lain-lain, yang dapat menyebabkan terjangkitnya suatu penyakit, misalnya HIV/AIDS.

Dalam hal ini, RSUP dr. Soeradji Tirtongeoro (RSST) melalui Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) melaksanakan kegiatan pendidikan kesehatan dengan mengusung tema Bahaya Rokok, Narkoba, dan Seks Bebas pada sekolah sekitar, salah satu di antaranya di SMK Kristen 5 Klaten pada Senin, 23 April 2018. Kegiatan ini diikuti sejumlah 100 siswa jenjang kelas X. Sebagai narasumber yaitu dr. Valyandra Praszita, MMR dan dr. Yovita Nindita Putri dari Instalasi Gawat Darurat.

Tim RSST mendapatkan sambutan yang sangat baik dari pihak sekolah. Sebelum kegiatan dimulai, Drs. Putut Kustriatmo, M.Pd (Kepala SMK Kristen 5 Klaten) memberikan sambutan dan ucapan selamat datang kepada Tim Pelaksana dari RSST. Pada saat kegiatan berlangsung, Bp. Danang (Bidang Kesiswaan) juga turut serta mendampingi sampai dengan acara ditutup.

Kegiatan ini merupakan salah satu wujud aksi nyata Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan sebagai kontribusi yang diberikan dalam aspek promotif serta preventif kepada siswa sekolah sekitar. Melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak besar bagi para siswa untuk tidak menjerumuskan diri pada pergaulan bebas yang dapat mengakibatkan tertularnya HIV-AIDS. Kegiatan ditutup dengan tanda tangan dan cap tangan para siswa sebagai wujud komitmen mereka untuk STOP FREE SEX, DRUGS, AND HIV/AIDS.