PKRS RSST – Momen tahun baru adalah momen yang biasanya di tunggu-tunggu oleh setiap orang. Selain itu, di momen tahun baru biasa menjadi momen untuk berkumpul merayakan dan jalan-jalan melepas penat rutinitas bersama keluarga.

Namun di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini membuat masyarakat harus beradaptasi dengan banyak hal, termasuk dengan disiplin protokol kesehatan dan anjuran untuk #DiRumahAja apabila tidak ada keperluan yang mendesak.

Daripada keluar jalan-jalan dan berisiko tinggi terinfeksi COVID-19, lebih baik menyusun rencana menyambut liburan tahun baru #DiRumahAja. Karena angka kasus bertambah tinggi, baik secara nasional maupun global.

Selain itu, untuk menanggulangi angka peningkatan kasus yang tinggi selama libur akhir tahun dan tahun baru ini, pemerintah telah mengeluarkan peraturan yang ketat di sejumlah daerah, misalnya seperti memangkas libur akhir tahun. Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 juga mengeluarkan Surat Edaran No. 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), yang salah satu persyaratan sebelum melakukan perjalanan adalah harus negatif rapid test antigen.

Surat edaran itu berisi sejumlah syarat dan ketentuan bagi perjalanan dari dan ke luar negeri / dalam negeri yang menggunakan berbagai moda transportasi, baik darat, laut, dan udara sepanjang periode 19 Desember 2020 sampai dengan 8 Januari 2021.

Masyarakat harus tetap waspada dan tidak lengah. Jangan biarkan liburan di akhir tahun dan awal 2021 menjadi ajang makin semaraknya virus COVID-19.

Sambut tahun baru 2021 dengan #DiRumahAja dan selalu disiplin protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan pakai sabun).

Mulai dari diri sendiri dan keluarga untuk selalu menerapkan protokol kesehatan karena pemerintah tidak bisa bergerak sendiri untuk menangani wabah COVID-19. Perlu kerjasama dengan masyarakat untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Dalam hal ini, setiap daerah melalui kepala daerahnya juga perlu berpartisipasi dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Dengan tetap #DiRumahAja dan menerapkan protokol kesehatan setidaknya sudah dapat menekan angka penyebaran COVID-19. (Hn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Novriyanti Lubis, Muhammad Henli Saputra, Rizqi Ismail Al-Baasith, Sandi Setiadi, dan Seni Oktaviani. 2020. Gerakan Desa Sadar Bahaya COVID-19. Universitas Garut. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), P-ISSN : 2615-0921 E-ISSN : 2622-6030 Volume 3, Nomor 2,Oktober 2020 480-494.
  2. https://covid19.go.id/
  3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).