Dra. Karni – Retardasi mental adalah kondisi sebelum usia 18 tahun yang ditandai dengan rendahnya kecerdasan (biasanya nilai IQ-nya di bawah 70) dan sulit beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari.

Retardasi mental tertuju pada sekelompok kelainan pada fungsi intelektual dan defisit pada kemampuan adaptif yang terjadi sebelum usia dewasa. Akan tetapi, klasifikasi retardasi mental lebih bergantung pada hasil penilaian IQ dari pada kemampuan adaptif.

Kriteria Diagnosis (DSM IV – TR)

  1. Nilai IQ sekitar 70 ke bawah.
  2. Adanya defisit atau gangguan pada fungsi adaptif minimal 2 dari fungsi berikut : komunikasi, perawatan diri, pemenuhan kebutuhan hidup, kemampuan sosial / interpersonal, penggunaan sumber komunitas, kemandirian, kemampuan fungsi akademik, pekerjaan, waktu luang, kesehatan dan keamanan.
  3. Terjadi sebelum berumur 18 tahun.

Faktor Risiko

Faktor risiko terjadinya retardasi mental di antaranya adalah :

  1. Genetik : kelainan biologis yang memungkinkan terjadinya retardasi mental.
  2. Sosioekonomi : pendidikan orang tua yang rendah dengan buruknya nutrisi atau kemiskinan yang dapat berisiko menyebabkan retardasi mental.
  3. Pengaruh lingkungan

Ciri-ciri Retardasi Mental

Ciri utama retardasi mental adalah lemahnya fungsi intelektual. Orang dengan retardasi mental dianggap sebagai orang yang tidak dapat menguasai keahlian yang sesuai dengan umurnya dan tidak bisa merawat dirinya sendiri. Selain itu, sulit menyesuaikan diri dan susah berkembang.

Klasifikasi

Klasifikasi di bawah ini merupakan klasifikasi berdasarkan DSM IV – TR, yaitu :

  1. Retardasi Mental Ringan (Mild)

–      Nilai IQ berkisar 50 – 70

–      Mampu didik

–      Mampu dalam fungsi akademik

–      Kesulitan dalam kemampuan komunikasi, harga diri yang kurang, dan ketergantungan terhadap lingkungan

  1. Retardasi Mental Sedang (Moderate)

–      Nilai IQ berkisar 35 – 49

–      Mampu dilatih

–      Fungsi akademik terbatas

  1. Retardasi Mental Berat (Severe)

–      Nilai IQ berkisar 20 – 34

–      Gangguan pada komunikasi dan ketrampilan motorik

  1. Retardasi Mental Sangat Berat (Profound)

–      Nilai IQ berada di bawah 20

–      Gangguan buruk pada komunikasi dan ketrampilan motorik

 

Manajemen Terapi

  1. Manajemen terapi yang mungkin diberikan pada anak dengan retardasi mental di antaranya :

Dokter anak memeriksa fisik anak secara lengkap dan mengobati kelainan / penyakit yang mungkin ada.

Adapun pencegahan yang mungkin dilakukan yaitu :

a. Preventif Primer

–      Memberikan perlindungan spesifik terhadap penyakit tertentu (imunisasi).

–      Meningkatkan kesehatan dengan memberikan gizi yang baik mengajarkan cara hidup sehat.

b. Preventif Sekunder

–      Mendeteksi penyakit sedini mungkin.

–      Diagnosis dini PKU (fenilketonuria) dan hipotiroid ditanggulangi (untuk mencegah kerusakan lebih lanjut).

–      Koreksi efek sensoris kemudian dilakukan stimulasi dini (stimulasi sensoris, speech therapist).

  1. Psikolog untuk menilai perkembangan mental terutama kognitif anak.
  2. Pekerja sosial untuk menilai situasi keluarga bila dianggap perlu.

Setelah dilakukan penilaian, selanjutnya dirancang strategi terapi yang mungkin melibatkan banyak ahli.

Misalnya ahli syaraf anak (bila menderita epilepsy, palsi serebral, dan lain-lain). Psikiater (bila menderita kelainan tingkah laku).

Fisioterapis untuk merangsang perkembangan motorik dan sensorik. Ahli terapi wicara, ahli okupasi terapi, serta guru pendidikan luar biasa.