Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Jawa Tengah

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Tengah (BPBD Jateng) menggelar Rakor Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Lorin Syariah, Kota Solo pada Jumat, 15 November 2019.

Dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM mengawali kegiatan tersebut dengan pemaparan tentang Potensi Gempa dan Gerakan Tanah di Jawa Tengah oleh Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, Dr. Ir. Sri Hidayati, M.Sc. dan dilanjutkan pemaparan tentang Karakteristik dan Perkembangan Aktivitas Gunung Api di Jawa Tengah oleh Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (PPPTKG), Dr. Dra. Hanik Humaida, M.Sc.

Setelah itu, Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, memberikan pemaparan tentang Kesiapsiagaan Mengahadapi Banjir dan Tanah Longsor berkaitan dengan menjelang musim hujan kali ini. Selain itu, pemaparan oleh Kepala Logistik BPBD Jateng tentang e-logpal (bpbdjateng.com/logpal) yang dikembangkan oleh BPBD Jateng sebagai sarana yang dapat diakses oleh para stakeholder untuk memetakan cadangan logistik yang dimiliki sebagai upaya kesiapsiagaan bencana. Kepala BPBD Jateng juga menyampaikan, “Simulasi kesiapsiagaan secara rutin dapat meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan bila terjadi bencana. Dalam simulasi sebaiknya melibatkan seluruh masyarakat, sehingga masyarakat tahu apa yang harus dilakukan bila terjadi bencaba, bukan hanya unsur-unsur TNI, Polri, dan pihak-pihak terkait saja sedangkan masyarakat hanya menjadi penonton.”

Pada kesempatan itu, Kepala Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo memberikan pengarahan terkait kesiapsiagaan penanggulangan bencana kepada seluruh stakeholder dari 35 kabupaten/kota di Jateng. Di antaranya wakil gubernur Jateng, BPBD kabupaten/kota, unsur TNI, Polri, perwakilan rumah sakit, Palang Merah Indonesia (PMI), Perusahaan Listrik Negara (PLN), ORARI, dan pihak-pihak terkait lainnya.

Kepala BNPB mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, “pola koordinasi dengan seluruh stakeholder dan pemetaan persiapan logistik, ini baru dilakukan oleh BPBD Jateng.”

Ke depan, beliau berharap semua daerah di Indonesia dapat memetakan semua cadangan logistik yang dimiliki sebagai salah satu langkah kesiapsiagaan bencana. “Baik potensi rumah sakit, genset cadangan, sumber-sumber air, dan rumah sakit lapangan serta hal-hal yang berhubungan dengan kondisi tanggap darurat,” ungkap beliau.