Tim Humas RSST – Dimasa pandemi Corona seperti sekarang ini, pemeriksaan kesehatan merupakan suatu hal yang sangat penting dan tidak bisa ditunda-tunda jika seseorang mengalami keadaan atau gejala kesehatan yang menunjukan suatu penyakit yang harus segera ditangani / diobati. Sama halnya alergi yang dialami setiap orang bisa berbeda satu sama lain. Gejala alergi bisa berupa gatal-gatal, kemerahan, membengkak, diare hingga sesak napas. Dilihat dari keadaan tersebut mungkinkah atau amankah melakukan tes alergi selama pandemi?

Tes alergi adalah prosedur pemeriksaan yang bertujuan untuk mendeteksi apakah tubuh pasien memiliki reaksi alergi terhadap substansi atau bahan tertentu (alergen). Tes alergi dapat dilakukan dalam bentuk tes darah maupun tes kulit. Prosedur pemeriksaan ini umumnya dilakukan oleh dokter konsultan alergi.

Alergi terjadi karena sistem kekebalan tubuh menghasilkan reaksi berlebihan terhadap alergen yang terdapat di lingkungan sekitar. Reaksi alergi tubuh bervariasi, mulai dari gejala ringan hingga reaksi anafilaksis yang dapat mengancam jiwa. Reaksi alergi ringan yang umumnya terjadi, antara lain bersin, hidung tersumbat, gatal, serta mata dan hidung berair.

Dalam sebuah kesempatan, Ahli Alergi dan Imunologi Anak Prof. Dr. dr. Budi Setiabudiawan, Sp. A (K) M.Kes memastikan melakukan tes alergi selama pandemi ini tetap aman dilakukan. Akan tetapi harus memerhatikan protokol kesehatan, seperti tetap menggunakan masker hingga membuat janji dengan pihak rumah sakit terlebih dahulu. Sehingga waktu pengambilan darah bisa lebih cepat dan anak tidak menunggu terlalu lama saat ke rumah sakit atau di laboratorium.

Dan perlu diingat bahwa tes alergi ini sebagai pemeriksaan awal, karena untuk melihat lebih, harus berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter. Tes alergi di laboratorium tidak bisa mendiagnosis penyakit yang dialami, dan hanya dokter yang bisa melakukannya.

Hal yang terpenting adalah konsultasi terlebih dahulu dengan dokter, dengan melakukan analisa yang teliti dan pemeriksaan fisik, sehingga akan dapat diperkirakan apakah mengalami alergi atau tidak. Apabila ada kecurigaan alergi, baru dilakukan pemeriksaan alergi, tetapi apabila tidak hanya dilakukan sebagai pemeriksaan penunjang.

 

 

 

 

 

Referensi :

  1. alodokter.com
  2. www.suara.com