PKRS RSST – Dalam sepuluh tahun terakhir, obesitas menjadi masalah global (WHO, 2015). Obesitas adalah suatu kondisi dimana terjadi akumulasi lemak yang berlebih atau abnormal yang dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan.

Menurut (WHO), pada 2016, sebanyak 39% orang dewasa berusia 18 tahun ke atas (39% pria dan 40% wanita) kelebihan berat badan. Secara keseluruhan, sekitar 13% populasi orang dewasa di dunia (11% pria dan 15% wanita) mengalami obesitas pada tahun 2016.

Studi sistematik review menunjukkan orang yang mengalami obesitas memiliki rasa ketidakpuasan terhadap tubuh lebih tinggi dibandingkan dengan mereka dengan status gizi normal. Pola makan yang termasuk gaya hidup merupakan penyebab utama terjadinya sindroma metabolik. Sindroma metabolik adalah sekumpulan gejala penyakit yang menyerang seseorang. Kondisi ini meliputi hipertensi, kadar gula darah tinggi, dislipidemia dan obesitas. Risiko sindroma metabolik meningkat dengan meningkatnya kebiasaan pola makan terhadap beberapa jenis makanan.

Obesitas dapat terjadi apabila asupan energi melebihi pengeluaran energi yang mengakibatkan ketidakseimbangan energi dan berdampak pada peningkatan berat badan. Selain itu faktor genetik dan lingkungan mempengaruhi berat badan melalui keseimbangan energi.

Obesitas atau overweight merupakan permasalahan kesehatan yang serius. Obesitas bukan hanya menjadi permasalahan pada orang dewasa tetapi juga pada semua kelompok usia. Obesitas terjadi disebabkan oleh ketidakseimbangan antara jumlah kalori yang masuk dengan kalori yang dikeluarkan. Faktor penyebab obesitas di antaranya yaitu kondisi psikologis yang dipengaruhi oleh faktor stress dan lama tidur, penurunan aktifitas fisik dan peningkatan sedentary lifestyle, faktor genetik, asupan makan yang tinggi kalori dan lemak, perubahan model transportasi dan meningkatnya urbanisasi.

Berikut ini adalah beberapa pola makan yang dapat menyebabkan obesitas antara lain :

  1. Banyak mengkonsumsi makanan tinggi kalori dan lemak.
  2. Kurang mengkonsumsi buah dan sayur.
  3. Menghindari makan pagi sehingga menambah porsi makan siang dan atau makan malam.
  4. Sering mengkonsumsi camilan tidak sehat.
  5. Makan dengan jumlah banyak dan dalam waktu singkat.
  6. Makan berlebihan (porsi besar).
  7. Sering makan dan tidak teratur.

Itulah penjelasan mengenai pola makan yang dapat menyebabkan obesitas. Mari dimulai dari sekarang, sebaiknya melakukan pola makan yang sehat untuk mencegah terjadinya obesitas. (Tn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Kandinasti Syafira dan Farapti. 2018. Obesitas : Pentingkah Memperhatikan Konsumsi Makanan di Akhir Pekan?. Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga Surabaya. Hlm 307-308.
  2. Novela Vina. 2019. Hubungan Konsumsi Zat Gizi Mikro dan Pola Makan Dengan Kejadian Obesitas. Prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Fort De Kock, Bukittinggi Sumatera Barat. Volume 4 ; No. 3 (October,2019) : 190-198, hlm. 190-191.
  3. p2ptm.kemkes.go.id.
  4. https://kumparan.com/kumparanstyle/pola-makan-tak-sehat-menjadi-penyebab-obesitas-pada-anak-dan-remaja.
  5. https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/obesitas/kebiasaan-makan-cegah-obesitas/#gref.