Tim Promkes RSST – Pertambahan kasus terkonfirmasi COVID-19 semakin naik tiap harinya. Seiring meningkatnya upaya tracing dari puskesmas, rumah sakit serta keterbatasan jumlah tenaga kesehatan, diperlukan kerjasama antara pemerintah, swasta dan masyarakat untuk bersama-sama memutus rantai penularan COVID-19.

Pada bulan Januari 2021 sudah mulai dilaksanakan vaksinasi tahap pertama. Salah satu upaya dalam mencegah penyebaran COVID-19 adalah dengan vaksinasi. Vaksinasi adalah pemberian vaksin (antigen) yang dapat merangsang pembentukan imunitas (antibodi) sistem imun di dalam tubuh. Vaksinasi sebagai upaya pencegahan primer yang handal mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi. Dengan prosedur vaksinasi yang benar diharapkan diperoleh kekebalan yang optimal, penyuntikan yang aman dan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang minimal.

Sebenarnya, sistem kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dapat terbentuk secara alami pada saat seseorang terinfeksi virus atau bakteri penyebabnya. Tetapi infeksi Virus Corona memiliki risiko kematian dan daya menular yang tinggi. Maka diperlukan cara lain untuk membentuk sistem kekebalan tubuh yaitu vaksinasi.

Vaksinasi COVID-19 dilakukan setelah kepastian keamanan dan manfaatnya ada, vaksin COVID-19 merupakan upaya untuk menurunkan angka kesakitan dan menurunkan angka kematian dan mendorong terbentuknya kekebalan kelompok (herd imunity). Selain itu vaksinasi COVID-19 bertujuan untuk melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh juga menjaga produktivitas dan mengurangi dampak sosial dan ekonomi masyarakat.

Vaksin COVID-19 dapat membawa manfaat dengan melindungi kita dari infeksi virus COVID-19. Tetapi perlu diketahui bahwa vaksin COVID-19 tidak diberikan kepada orang yang sedang sakit berat atau sedang terinfeksi Virus Corona.

Sehingga pastikan untuk selalu mempertahankan daya tahan tubuh kita, baik sembari menunggu giliran untuk diberikan vaksin maupun setelahnya. Karena dengan imunitas tubuh yang kuat, kita tidak mudah sakit sehingga kebugaran tubuh tetap terjaga.

Berikut terdapat cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh antara lain mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, mengelola stres dengan baik serta beristirahat yang cukup. Di samping menjaga daya tahan tubuh, kita tetap menerapkan protokol kesehatan, baik selama menunggu giliran untuk divaksin maupun setelah mendapatkan vaksin. Sebisa mungkin juga menghindari bepergian ke luar rumah atau berkumpul dengan orang banyak.

Jadi segera vaksinasi jika sudah ada kesempatan mendapatkan vaksin COVID-19. Walau sudah divaksinasi mari tetap memakai masker, mencuci tangan memakai sabun / handrub, menjaga jarak minimal 1 meter, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas untuk melindungi diri dan orang lain. (Tn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

Marwan. 2020. Peran Vaksin Dalam Penanganan Pandemi C19. Kajian ITAGI. SMF Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Laboratorium Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman – Rsu A.W Sjahranie Samarinda. Hlm 10.