dr. Kanina Sista, Sp.F, M.Sc – Dalam masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) diperlukan langkah-langkah dalam memutus rantai transmisi penyakit, salah satunya dengan pelacakan kontak / contact tracing. Pelacakan kontak merupakan proses untuk mengidentifikasi orang-orang yang telah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi COVID-19. Berdasarkan contact tracing and disease oleh Ken Eames dan Matt Keeling (2003), pelacakan kontak telah terbukti berhasil untuk menekan jumlah penyebaran infeksi seperti yang dilakukan untuk menekan penyakit menular seksual.(1)

Pelacakan kontak pada dasarnya terkait dengan penyebaran infeksi pada tingkat individu dan khususnya rute transmisi potensial. Hal ini penting dilakukan untuk mengidentifikasi dan memperlambat persebaran COVID-19 serta memberikan kewaspadaan kepada orang yang telah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi COVID-19 sehingga tidak semakin banyak orang yang terinfeksi.

Mengutip Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), pelibatan masyarakat penting untuk memastikan tidak adanya stigma yang muncul pada orang-orang yang masuk kategori kontak erat. Komunikasi yang baik dan jelas dengan mengharapkan kesukarelaan pada kontak erat untuk dilakukan wawancara, melakukan karantina mandiri, pemeriksaan swab, pemantauan (atau melaporkan ada / tidaknya gejala setiap hari) dan untuk dilakukan isolasi jika muncul gejala. Dalam pedoman tersebut, disebutkan komponen utama dari pelacakan kontak adalah sebagai berikut :

  1. Identifikasi Kontak

Identifikasi kontak merupakan proses untuk mengingat kembali orang-orang yang pernah berkontak dengan pasien suspek / probable / terkonfirmasi COVID-19 dalam 2 hari sebelum pasien timbul gejala sampai 14 hari setelah timbul gejala. Hal ini akan dilakukan sejak ditemukan kasus pertama kali yang bisa berasal dari kasus yang masih hidup maupun kasus yang sudah meninggal.

  1. Pendataan Kontak Erat

Kontak erat adalah seseorang yang berkontak dengan orang yang terinfeksi selama waktu lebih dari 15 menit dalam jarak 2 meter tanpa Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap. Semua kontak erat yang telah diidentifikasi selanjutnya dilakukan wawancara secara lebih detail. Semua orang dengan kontak erat akan disarankan untuk :

  • Melakukan karantina mandiri.
  • Melaporkan sesegera mungkin kepada fasilitas pelayanan kesehatan jika muncul gejala, seperti batuk, pilek, sesak nafas, dan gejala lainnya.
  1. Follow Up Kontak Erat (Pemantauan dan Karantina).

 

 

 

 

 

Referensi :

  1. Eames KTD, Keeling MJ. Contact tracing and disease control. Proc. R. Soc. B. Biol. Sci. 2003; 270 (1533) : 2565 – 71.
  2. Republik Indonesia. 2020. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Sekertariat Jenderal Kementerian Kesehatan. Jakarta.